fbpx
Kabar DaerahOlahraga

Kisah Pilu, Pelatih PSIS Banting Setir Jadi Sopir

SEMARANG, energibangsa.id – Kisah memilukan datang dari mantan pelatih fisik PSIS Semarang musim 2018-2019, Budi Kurnia kini harus banting setir membuka usaha rental mobil.

Hal ini dilakukan saat kompetisi Liga 1 dan Liga 2 dihentikan sementara, ia pun menyewakan mobil pribadinya dan bersedia menjadi supir.

Memanfaatkan kendaraan pribadinya, Budi Kurnia menyewakannya sekaligus bersedia menjadi supir.

Ia menyebut hal tersebut ia lakukan karena sudah tak ada pemasukan sama sekali oleh karena belum dijalankannya kompetisi.

Budi Kurnia terakhir kali bergabung bersama klub Liga 2 Mitra Kukar pada musim 2020. Namun berhubung kompetisi masih belum ada kejelasan, tim Mitra Kukar menurut Budi Kurnia terpaksa bubar.

“Intinya begini, Mitra Kukar kemarin itu gaji terakhir Desember. Kami diputus kontrak, pemain, pelatih semuanya diputus kontrak. Artinya dengan kondisi itu terakhir dapat gaji Desember,” ungkap Budi.

“Nah, Januari ini sudah tidak ada gaji. Padahal dalam kontrak awal itu dua tahun. Karena liganya tidak ada makanya diputus kontrak,” ucapnya.

Melansir Tribunnews, Budi menyebut, situasi tersebut dimaklumi oleh tim sebab kompetisi yang dihentikan menghantam kondisi finansial klub.

“Kami, pelatih, pemain legowo saja orang liganya tidak ada. Cuma imbasnya pemasukan tidak ada. Putar otak bagaimana kek biar bisa jajan, bisa makan. Punya mobil, yawislah saya rentalkan. Ini sudah satu minggu,” ungkapnya.

Berbicara soal kerugian ketika kompetisi dihentikan, eks pelatih fisik Persis Solo tersebut punya kenangan pahit. Tepatnya ketika kompetisi sepakbola nasional dihentikan pada 2015 silam, Budi kala itu menggadaikan sepeda motornya karena kesulitan keuangan akibat penghentian kompetisi.

“Ceritanya tahun 2015 saya memperkuat Persiba Balikpapan, Liga disetop, tidak ada pemasukan saya akhirnya dulu 2015 saya gadaikan motor,” bebernya.

“Sekarang tidak digadai, alhamdulillah punya mobil bisa dimanfaatkan, dipakai untuk rental. Tidak cuma mobilnya sih, saya juga jadi supirnya. Tapi belum berani lepas kunci. Kalau yang sudah kenal mungkin saya tidak masalah,” jelasnya.

Pria berusia 31 tahun tersebut mengaku memasang tarif sebesar 300 ribu rupiah untuk sewa mobil. 

“500 ribu rupiah kalau dengan supir. Kalau cuma mobil saja 300 ribu rupiah. Saya kasih murah karena masih awal, masih promo. Itu per 24 jam,” pungkasnya.(Ozan/EB)

Related Articles

Back to top button