billy mambrasar
Energi MudaKita Indonesia

Kisah Perjuangan Billy Yosapath Mambrasar, Dari Tak Punya Listrik, Jualan Kue, Hingga Mengamen di Pasar

0

ENERGIBANGSA.ID – Jokowi telah memperkenalkan tujuh anak muda sebagai staf khusus. Mereka adalah CEO and Founder Perusahaan berbasis teknologi, seperti Creativepreneur Putri Indahsari Tanjung; Founder Ruang Guru Adamas Belva Syah Devara; dan pendiri Amartha Andi Taufan Garuda Putra.

Ada pula perintis gerakan-gerakan positif seperti Merauke Ayu Kartika Dewi perumus gerakan Sabang; lalu ada juga mantan Ketua Umum PMII Aminuddin Ma’ruf; pendiri Thisable Enterprise Angkie Yudistia, dan tentu saja mutiara di Timur: CEO Kitong Bisa Gracia Billy Mambrasar

Nama lengkapnya Gracia Billy Yosaphat Mambrasar, dia adalah pemuda asal Papua. Sejak November 2019 ini Billy dipercaya jadi salah satu staf khusus Presiden Jokowi bersama 11 energi muda lainnya.

Sebagai informasi, Billy sedang menempuh pendidikan S2 di University of Oxford, Inggris dan telah menamatkan pendidikan di Australian National University dengan gelar Master of Business Administration (MBA), Sustainability Management.

Billy juga punya gelar sarjana sains dari University of London. Dalam waktu dekat, billy akan lanjutkan pendidikan doktoralnya dengan beasiswa afirmasi dari LPDP di Universitas Harvard, Amerika Serikat.

Keluarga Kurang Mampu

Berbeda dari anak-anak muda terpilih lainnya, Billy Yosaphat Mambrasar lahir dari keluarga kurang mampu. Ayah Billy berprofesi sebagai guru dan ibunya penjual kue. Tak jarang, Billy kecil juga ikut membantu sang ibu.

Apakah drama pilu Billy berhenti di situ saja? tidak, Rumah Billy kecil juga tak dialiri listrik, tapi semangatnya tak pernah pudar melahap buku-buku pelajaran. Hasilnya pun terbukti, ia berhasil dapat beasiswa pendidikan SMA hingga kuliah.

Selain itu, Billy memiliki bakat menyanyi yang ia maksimalkan untuk menutup biaya hidup. Billy bernyanyi di mana saja, termasuk mengamen di jalanan.

Billy Yosapath menyadari bahwa dia seorang anak miskin dari Serui, Papua, yang harus berjuang keras untuk mengubah nasibnya.

Maka menjadi wajar jika ia tidak terima jika ia dianggap anak dengan privilige sebagaimana yang diujar netizen.

“Saya bukan anak dengan privilege! Saya anak miskin dari kampung,” katanya dikutip dari akun Twitternya @kitongbisa pada Ahad, 24 November 2019. Billy telah mengizinkan Tempo mengutip cuitannya itu.

Ia meminta pihak-pihak yang menganggapnya bisa terpilih sebagai staf khusus presiden karena keistimewaan itu untuk membaca kisah perjuangan hidupnya selama ini. Lewat tautan berita yang ia bagikan diceritakan jika dia anak dari seorang pekerja lepas dan penjual kue di pasar.

“Siapa yang sangka, bayar SPP sering tertunda, makan kurang, rumah dari atap rumbia tanpa listrik, dan untuk bertahan hidup harus berjualan kue di pasar tapi akhirnya bisa bersekolah di salah satu sekolah bergengsi,” kata Billy dalam pemberitaan tersebut.

Berjuang, Bukan Beruntung

Lewat serangkaian cuitannya, Billy bercerita jika perjuangannya meraih beasiswa ke luar negeri tidak mudah. “Sebagai informasi, saya ikut tes beasiswa sampe 12 kali baru bisa tembus ke luar negeri. Jadi saya bukan beruntung, tapi berjuang,” ucap dia.

Menurut Billy, terlepas dari tudingan “keistimewaan” itu yang paling penting adalah dia dan enam staf khusus milenial Jokowi lainnya siap bekerja untuk bangsa. “Kami semua fokus membangun negeri ini,” ujar dia.

Ia merasa tidak perlu memikirkan gunjingan dari orang lain terkait jabatannya itu. ‘Yang nyinyir biarlah nyinyir! Kami anggap itu kritik dan saran untuk kami. Kami akan buktikan dengan karya kami dan kami akan bekerja keras untuk Rakyat Indonesia membantu pak @Jokowi,” cuitnya.

Jadi, masihkah sobat energi mengeluh? Jangan… kepada Billy Yosapath Mambrasar, kita semua wajib menimba ilmu dan kisahnya.


Komentar Netizen
Bagikan, agar menjadi energi positif untuk orang lain

Ini Bukti Pertamax Lebih Hemat Dibanding Lainnya

Previous article

Pertamina Delivery Service: Hadirkan Layanan Pesan Antar Pertamax dan Bright Gas

Next article

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Energi Muda