cinta
BudayaLifeStyle

Kisah Cinta di Bulan Merdeka

0

ENERGIBANGSA.ID – Entah berapa banyak kita dengar tentang kisah cinta pada masa lalu, baik itu dalam bentuk sebuah film ataupun cerita para orang tua tentang masa mudanya.

Dalam penuturan kisahnya, keterbatasan yang ada membalut romantisme suasana. Lain cerita di masa kini di mana segala ada belum tentu menunjang suasana romatis. Nah, patut menjadi pertanyaan mengapa Energi Bangsa membahas hal ini di hari kemerdekaan ini.

Sobat Energi tentu memahami bahwa cinta itu bukan dari mata lalu turun ke hati. Melainkan tumbuh sebab bersihnya hati. Cie… Inilah yang perlu kita tekankan saat ini. Yakni rasa syukur terhadap kemerdekaan, dan rasa cinta menjadi bangsa Indonesia.

Kemerdekaan membuat masyarakat bebas beraktifitas, dan rasa syukur itu terwujud dalam bentuk rasa ikhlas menerima segalanya.

Jadi, jika kita dengar para orang tua di masa mudanya makan berdua di sebuah warung dengan memesan satu gelas minuman untuk berdua, dan bahkan mungkin hampir semua yang dipesan dibagi atau dinikmati bersama.

Maka hal tersebut harus kita ambil sebagai sebuah pelajaran. Bagaimana tidak? Modernitas dan perkembangan teknologi saat ini bisa saja membuat suasana romantis, namun kesan yang dihasilkan belum tentu mendalam dan abadi.

Bolehlah kita menikmati makan malam di sebuah cafe atau resto yang didukung dengan aneka properti dan live music. Namun kualitas layanan yang prima tersebut bisa jadi menguap begitu saja dan lekang oleh sang waktu.

Alih-alih terkenang, rekaman video yang diniatkan untuk mengabadikan hanya menjadi selayang pandang, belum tentu menghidupkan suasana sebagaimana para tetua menuturkan kisah cinta zaman dulu kala.

Apa sebab? Kualitas syukur terhadap nikmat kemerdekaan kita berbeda dengan mereka, kualitas cinta kita terhadap bangsa ini masih berada di bawah mereka.

Kepatutan fasilitas yang lahir oleh usaha pemerintah untuk memakmurkan bangsa ini membuat kita terlena dan bahkan memandang remeh segala macam kenikmatan yang ada di sekitar kita. Ah, itu jadul, Ah gak mecin dan semakin banyak ah ah yang keluar menunjukkan menurunnya rasa syukur.

So, sobat Energi jadi paham mengapa Kisah Cinta ini kita tampilkan di bulan merdeka ini. Yok yo Ayo kita belajar menghargai dan semakin menghargai para pahlawan.

Ayo kita pupuk rasa itu agar menumbuhkan dan bahkan menyuburkan rasa cinta terhadap bangsa dan negara. Jadikan energi yang kita miliki ini untuk menjaga keutuhan negara dan menuju kejayaan bangsa.

Komentar Netizen
Bagikan, agar menjadi energi positif untuk orang lain

Mana yang Benar: Dirgahayu RI Atau HUT Ke-74 RI?

Previous article

Warga Sampangan ‘Diguyur’ Cendol Dawet dan Doorprize di Puncak Acara 17-an

Next article

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Budaya