Opini / Gagasan

Keuntungan dan Kekurangan Menggunakan Paylater dalam Transaksi Online

Oleh :  Yusinta Amy Vandana

ENERGIBANGSA.ID  ̶  Dalam dunia perbelanjaan online saat ini tengah mengalami perkembangan dalam hal sistem pembanyaran yang dirasa penggunaaannya dapat membantu meningkatkan transaksi online baik dari segi konsumen maupun segi e-commerce.

Untuk saat ini produk pembayaran pay later semakin di gemari konsumen karena mereka bisa membeli barang dengan tagihan yang bisa dibayar di waktu yang lain.

Apalagi di masa pandemi Covid ̶ 19 masyarakat lebih memilih berbelanja online dibandingkan harus pergi ke pusat perbelanjaan.

Sistem pembayaran ini yang dianggap dapat  mempermudah transaksi yang akan dilakukannya.

Namun, dibalik keuntungan yang bisa didapatkan dari pembayaran paylater, kerugian yang didapatlkan pun sebading dengan keuntungannya.

Awalnya, hanya berbelanja sedikit barang namun karena merasa mudah dalam pembayarannya akhirnya ketagihan untuk berbelanja dengan pembayaran paylater kembali.

Kegiatan tersebut sering dilakukan dan tidak sadar bahwa terjadi pembengkakan tagihan sehingga kesulitan dalam pelunasannya.

Apalagi bunga yang diterapkan juga cukup besar. Produk pembayaran paylater ini juga mendorong masyarakat untuk berperilaku konsumtif karena mereka pasti merasa kecanduan untuk terus berbelanja tanpa memikirkan efek akhirnya.

Penggunaan paylater dianggap membantu apabila dilakukan oleh orang yang tepat, orang yang mau bertanggung jawab untuk melunasi hutang serta bunganya, orang yang disiplin dalam pembayaran agar tidak terjadi pembengkakan tagihan karena bunga.

Terlebih dilakukan oleh orang yang tidak bisa disiplin dan bertanggung jawab akhirnya akan menjadi boomerang untuk dirinya sendiri.

Risiko penggunaan pay later harus di pahami oleh masyarakat agar tidak salah dalam penggunaannya.

Kelebihan dan kekurangan penggunaan paylater

Kelebihan

1. Mudah dan Praktis 

Pembayaran menggunakan paylater memberikan kemudahan dan praktis saat melakukan kegiatan belanja melalui platform digital, karena hanya bermodalkan gawai dan data diri pribadi kita bisa membeli barang dan membayarnya di lain waktu yang telah ditetapkan.

Walaupun tidak memegang uang kita bisa membeli barangnya terlebih dulu.  

Untuk orang yang sering bertransaksi belanja online akan lebih mudah karena  tidak perlu transfer berkali-kali karena bisa membayarnya sekaligus di tanggal jatuh tempo.

2. Melalui Proses yang Cepat

Pengaktifan produk paylater juga cukup cepat dibandingan dengan proses pembuatan kartu kredit yang harus dilakukan di lembaga perbankan.

Sedangkan untuk pengaktifan paylater hanya melalui gawai dan menyiapkan data diri saja tanpa membuang waktu dan tenaga.

3. Metode Pembayaran Pengganti untuk Sementara

Memudahkan individu untuk pembayaran sementara pembelian barang melalui platform digital, apabila orang tersebut mengalami kendala transfer, kehabisan saldo uang digital, jauh dari gerai yang menyediakan jasa transfer, jauh dari lembaga perbankan.

Paylater bisa cukup membantu dan sementara menjadi pengganti sistem pembayaran.

4. Banyak Tawaran Promo

Biasanya dalam platform belanja online menawarkan promo menarik bagi konsumen yang menggunakan metode pembayaran paylater.

Mulai dari potongan harga, cashback, potongan biaya kirim, gratis biaya kirim serta banyak lagi bonus-bonus yang ditawarkan yang dianggap akan lebih menghemat biaya belanja, sehingga banyak menarik minat masyarakat untuk menggunakan paylater.

Bisa Menjangkau Lebih Banyak Kalangan

Penggunaan paylater menjangkau lebih luas kalangan karena persyaratannya tidak serumit membuat kartu kredit.

Di mana dalam pembuatan kartu kredit diharuskan memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan oleh pihak bank, seperti harus memenuhi batas minimal pendapatan yang telah ditentukan.

Sedangkan pengaktifan paylater cukup menggunakan KTP yang masih berlaku saja.

Oleh karena itu paylater lebih mencakup lebih banyak kalangan masyarakat yang terpenting sudah memiliki KTP.

Kekurangan

1. Menjadi Kebiasaan Berhutang

Kebiasaan berbelanja dengan sistem paylater memberikan dampak  buruk pada perilaku individu, karena individu menjadi terbiasa untuk berhutang.

Pada akhirnya akan berimbas pada buruknya pengelolaan keuangan pribadinya. Selain itu jika kegiatan ini terus menerus dilakukan akan menjadi boomerang sendiri bagi individu tersebut.

Di mana pada masa tanggal jatuh tempo ia tak bisa membayarnya karena jumlahnya akan terus bertambah.

2. Menjadi Konsumtif dan Boros

Dengan adanya paylater ini individu menjadi lebih konsumtif dan boros dalam mengelola keuangannya.

Mereka akan sering menggunakan paylater untuk membeli barang yang kurang penting, hanya untuk memuaskan keinginannya.

Dengan kemudahan yang ditawarkan paylater serta promo menarik yang disediakan akan menarik konsumen untuk berbelanja tanpa memikirkan dampak di akhirnya nanti.

3. Risiko Keamanan Data

Dalam pengaktifan paylater dibutuhkan data pribadi, biasanya menggunakan KTP, dimana dalam hal ini bisa menjadi bencana apabila terjadi kebocoran data.

Data yang telah kita isikan bisa diambil oleh pihak yang tidak bertanggung jawab dan digunakan untuk hal yang tidak baik. Tentu itu akan menjadi masalah besar bagi orang yang bersangkutan.

5. Penetapan Bunga Cukup Besar

Bunga paylater pada setiap platform belanja online memang berbeda-beda tetapi secara garis besar bunga yang diterapkan cukup besar dan sangat membebani konsumen.

Apabila konsumen tidak dapat membayarkan tagihan pada tanggal jatuh tempo jumlah itu akan terus bertambah seiring berjalannya waktu.

Untuk itu penggunaan paylater pada platform belanja online haruslah dilakukan dengan bijak, bertanggung jawab dan disiplin.

Bagi pengguna paylater harus membatasi kegiatan belanja online serta menyesuaikan kemampuannya untuk membayarkan tagihannya.

Jangan sampai lebih besar tagihan yang harus dibayarkan dibandingkan pendapatan yang didapatnya.

Dianggap memudahkan juga bisa menjadi boomerang apabila kita tidak bijak dalam melakukannya.

Sebelum mengambil pilihan untuk menggunakan paylater harus memahami aturan serta konsekuensi yang akan di dapat nantinya sebelum terjadi penyesalan.

Setiap individu haruslah memiliki pengetahuan keuangan yang baik sehingga bisa merencanakan perilaku keuangannya agar bisa mengatasi masalah keuangan yang mungkin saja bisa terjadi.

*Yusinta Amy Vandana, Mahasiswi FE Manajemen Univ Wahid Hasyim

Related Articles

Back to top button