fbpx
Ekonomi & Bisnis

Ketua Komisi A DPRD, Mohammad Saleh: Pertumbuhan Ekonomi di Jateng Bisa Plus!

SEMARANG, energibangsa.id—DPRD bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) membahas rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) 2018-2023.

Pembahasan itu digelar secara virtual di Kantor Bappeda Provinsi Jateng, Jalan Pemuda Kota Semarang, Rabu (24/3/2021) lalu.

Ketua Komisi A DPRD Jateng, Mohammad Saleh menyebut, perubahan RPJMD itu perlu dilakukan, mengingat kondisi pandemi telah menghambat pembangunan daerah.

Pertumbuhan ekonomi bisa plus

“Dengan adanya perubahan itu, kami (DPRD) berharap kuartal pertama 2021 ini, pertumbuhan ekonomi di Jateng bisa plus, “ ujar politisi Partai Golkar itu.

“Beberapa hal lain seperti proses pembangunan yang telah dirancang tapi karena ada refocusing menjadi terhambat, ” ujarnya.

Dikatakan, perubahan itu menjadi cukup beralasan karena kondisi riil selama pandemi telah mengharuskan pemerintah untuk merevisi target pembangunan.

Yang terpenting, kata dia, pemulihan ekonomi Jateng tetap dilakukan. 

“Pada 2022, instruksinya adalah pertumbuhan ekonomi bisa naik lagi dan pada 2023 visi dan misi gubernur bisa terlaksana,” harapnya.

Sektor yang disorot

Salah satu sektor yang perlu disoroti adalah pertanian.

Ia penilaian penguatan pemberdayaan desa penting dilaksanakan selama pandemi. Contohnya, badan usaha milik desa (BUMDes) perlu dikuatkan agar bisa membeli beras petani.

Menyambung soal sektor pertanian, Sekretaris Komisi D DPRD Provinsi Jateng M. Chamim Irfani mengatakan secara virtual bahwa sektor pertanian tersebut sebagai salah satu dari 4 sektor prioritas pembangunan Jateng.

Oleh karena itu, kata dia, sudah seharusnya sektor pertanian perlu mendapat perhatian utama pemerintah Jateng. (*) 

Related Articles

Back to top button