Kabar IndonesiaNasional

Ketua FKPT: Teroris Kini Mengincar Kaum Perempuan

ENERGIBANGSA.ID – Aksi kaum berpaham radikal yang menjalar di kalangan perempuan perlu diwaspadai, di beberapa daerah perempuan menjadi target utama mereka dalam cuci otak. Karena itu Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme Provinsi Jawa Tengah (FKPT Jateng) bakal bentengi kaum perempuan dari ancaman dan pengaruh paham radikalisme dan terorisme.

Menurut Ketua FKPT Jateng Dr Drs Budiyanto SH M Hum para teroris kini telah mengincar kaum perempuan untuk dijadikan aktor dan penggerak aksi terorisme melalui berbagai cara.

“Kondisi ini tidak boleh dibiarkan dan harus secepatnya diambil langkah preventif agar kejahatan luar biasa ini, tidak menyasar kaum perempuan di Jateng,” ujar Budiyanto saat ditemui di sebuah rumah makan di Semarang, Senin (5/8/2019).

Langkahnya, lanjut Budiyanto, FKPT Jateng bersama BNPT akan menyelenggarakan Dialog Penguatan Perempuan Agen Perdamaian Dalam Pencegahan Radikalisme dan Terorisme melalui FKPT Jateng di hotel Pandanaran Semarang, Kamis (8/8/2019) mendatang.

Menurut rencana, dialog akan diikuti 120 tokoh wanita Jateng, dan akan dibuka oleh Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi SE MM. Sementara, Direktur Pencegahan Terorisme BNPT Brigjen Pol Ir Hamli, ME, Anggota Komisi III DPR RI Arteria Dahlan ST, SH, Kabid Pembedayaan Perempuan dan Anak FKPT Jateng Dr Retno Mawarini SH, M.Hum, dan Aktivitas Pemberdayaan Perempuan Farcha Cicik akan menjadi narasumber dialog.

Budiyanto membeberkan fakta beberapa tahun terakhir ini muncul gejala tren aksi teror yang melibatkan perempuan, bahkan anak untuk berperan langsung melancarkan aksinya yang tak berperi kemanusiaan, bahkan tak memandang masa depan generasi bangsa.

Budiyanto mencontohkan, kasus bom bunuh diri beberapa tahun lalu di Surabaya dilakukan oleh satu keluarga yang mana di dalamnya terdapat seorang perempuan dewasa bersama dua orang anaknya. Sebelumnya berhasil ditangkap dua orang perempuan dewasa, mantan TKW di Hongkong terduga akan melakukan aksi teror.

Dia berharap, keterlibatan perempuan sebagai aktor aksi teror tidak boleh terulang lagi. Secara kodrati perempuan memiliki posisi strategis dalam mendidik anak dan membina keluarga, karena itu perempuan harus steril dan terbebas dari pengaruh ideologi radikal dan teror .

Justru sebaliknya, dia berpendapat sebagai pembentuk karakter anak, seorang perempuan harus dapat menjadi benteng yang tangguh untuk melindungi keluarga dari pengaruh kejahatan luar biasa ini.

“Melalui kegiatan ini kami berharap dapat memicu dan mendorong kaum perempuan di Jateng menjadi elemen masyarakat terdini dan terdepan dalam membentengi anak dan keluarganya dari ancaman terorisme,” tuturnya.

Related Articles

Back to top button