fbpx
Kesehatan

Kesuburan Pria Seluruh Dunia Turun 50 Persen, Ukuran Penis Juga Lebih Kecil, Benarkah?

ENERGIBANGSA.ID—Cemaran plastik dan bahan terkait plastik telah banyak diberitakan membuat berbagai masalah kesehatan dan lingkungan.

Hal itu diungkap dari hasil penelitian terbaru Pakar Epidemiologi Lingkungan yang berpraktek di Rumah Sakit Mount Sinai, New York, Amerika Serikat.

Pakar Epidemiologi tersebut, Shanna Swan, menyebut cemaran bahan pembuat palstik dapat memengaruhi vitalitas pria.

Bahan kimia yang dimaksud ialah ftalat, dimana senyawa ini dapat memengaruhi sistem endokrin manusia.

Swan mengutarakan hal tersebut dalam buku terbarunya ‘Count Down: How Our Modern World Is Threatening Sperm Counts’, yang akan dirilis April mendatang.

Penis lebih kecil?

Ia menjelaskan pencemaran ini pada kenyataannya turut memberikan perubahan fisik, dimana bayi-bayi akan terlahir dengan penis yang lebih kecil. 

Swan menyebut efek itu sebagai sindrom ftalat. Fenomena tersebut ia temukan dalam suatu uji coba tikus yang janinnya dipapar ftalat.

Dalam prosesnya senyawa ini rupanya dapat meniru hormon estrogen hingga akhirnya mengganggu produksi hormon alami dalam tubuh manusia.

“Kondisi reproduksi saat ini tidak dapat berlanjut lebih lama lagi tanpa mengancam kelangsungan hidup manusia,” kata Swan, seperti dilansir dari Metro.co.uk, Kamis, (25/3/2021).

Swan mengatakan temuan ini juga memengaruhi perkembangan seksual dan perilaku orang dewasa.

Fakta lain yang ia temukan adalah, pria yang hidup saat ini ternyata hanya mewarisi setengah jumlah sperma kakeknya.

Dari situ disebutkan, kesuburan pria di seluruh dunia menurun lebih dari 50 persen dalam 50 tahun terakhir. Duh, piye jal? (dd)

Related Articles

Back to top button