NasionalPendidikan

Kerusuhan Papua Membawa Berkah Bagi Tukang Sablon Blitar

ENERGIBANGSA.ID – Isu rasisme terhadap masyarakat Papua yang membuat kerusuhan nyaris di seluruh daerah Indonesiam, ternyata membawa berkah sendiri bagi sebagian usaha konveksi Sablon di Kabupaten Blitar.

Pasalnya di Jumat kemarin (30/08/2019) Dinas Pemerintah Kabupaten Blitar melalu edaran resmi mengintruksikan kepada seluruh instansi terkait untuk memakai pita bertuliskan “I Love Papua”.

Intruksi tersebut terkait tindak lanjut dari petunjuk arahan Bupati Blitar bahwa semua pegawai dan siswa siswi di lingkungan Dinas Pendidikan Kabuten Blitar dimohon untuk memakai pita yg diikatkan kepala berlogo “I Love Papua” mulai dari 2 – 6 September 2019.

Berkat Instruksi tersebut banyak instansi pendidikan seperti SD/SMP/SMA Negeri maupun swasta se-Kabupaten Blitar yang memesan Ikat Kepala bertulis “I Love Papua” kepada Konveksi sablon yang mampu bekerja kilat.

Salah aatunya adalah Shuvit Art, sebuah usaha produksi percetakan sekaligus sablon yang ada di Blitar.

Sang pemiliki, Beanty Musthofa mengaku kepada tim redaksi Energi Bangsa bahwa dirinya kebanjiaran order ikat kepala tersebut dan mulai mengerjakan dari hari Sabtu pagi sampai jam 10 malam.

“bisa dibilang ini berkah semua tukang sablon di Kabupaten Blitar, yang mau diorder sehari jadi, soalnya pengumuman jum’at sore. Senin harus pake semua” ujarnya.

Musthofa mengakui dirinya mendapatkan pesanan sekitar seribu ikat kepala berlogo “I Love Papua” dengan pengerjaan waktu satu hari.

Sebagaimana rumus kehidupan, selalu ada hitam-putih dan positif-negatif kehidupan, begitu pula ada hikmah di setiap musibah.

Melalui Dinas Pendidikannya, Pemerintah Kabupaten Blitar ingin menunjukkan betapa mereka sangat mencintai Papua dan menganggap Papua adalah bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia, sehingga simpati dan empati harus ditunjukkan bersama-sama secara massif.

“Pihak pengacau harus kita selesaikan dengan baik dan kita kembalikan papua menjadi bagian dari nusantara, masyarakat papua adalah bagian dari Indonesia dan suku papua adalah suku kita juga. Jadi kita berbhineka tunggal ika tapi tetap satu jua, akan kita tolak rasisme,” ujar Bupati Blitar, H. Rijanto pada seluruh khalayak di alun-alun Blitar Jumat kemarin (30/8)

Pemerintah dan Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar sudah mengupayakan persatuan bangsa dengan menunjukkan kecintaannya pada Papua, bagaimana dengan Anda?

Related Articles

Back to top button