Opini / Gagasan

Kerja Tanpa Modal, Tanpa Stok dan Sesuai Passion? Wanita Identik Cantik, Bukan?

Oleh : Nailil Muna

ENERGIBANGSA.ID ̶  Setiap tahun, dekade, atau bahkan abad pasti akan selalu ada perubahan tentang gaya pakaian, gaya penampilan, dan barang yang ditonjolkan.

Tak ayal hal yg paling drastis secara fluktuatif biasanya dialami oleh seorang perempuan.

Di mana hakikat seorang perempuan ingin menjadi center of point dikalangan laki-laki atau khalayak ramai.

Naluri demikian tidak menjadi sebuah perdebatan karena itu lahir secara harfiah atau dengan sendirinya.

Perempuan selalu identik dengan kaca dan juga kelembutan. Tak banyak pula perempuan yang rela mengorbankan entah itu uang atau keaslian fisik nya dan menjalani beberapa treatment yang bisa dibilang menyakitkan hanya untuk sebuah kata “Cantik”.

Di era inilah role model perempuan-perempuan yang lain mencari celah dan menciptakan inovasi yang mungkin lebih sederhana.

Pola pikir yang sedemikian tahun berkembang juga membuat inovasi lebih kudah dijangkau dengan beberapa bantuan diantaranya adalah teknologi.

Kecantikan bisa dibilang adalah sebuah investasi manifestasi seseorang berhasil merawat dirinya dengan baik disegi penampilan wajah.

Maka tak jarang banyak pula pengorbanannya diantaranya cantik samadengan makeup.

Trobosan makeup sangat berkembang pesat dengan adanya proses-proses yang awalnya alami namun butuh waktu yang lama kini menjadi efek instan dan juga tahan lama.

Tak sedikit pula yang terprovokasi selain menajdikan dirinya cantik ternyata cantik juga bisa menjadi cara untuk menambah penghasilan, dengan role model diri sendiri yang mungkin susah didesain dan dirawat sedemikian rupa untuk nantinya dijadikan sebagai hasil dari sesuatu yang ia jual atau promosikan.

Era 4.0 adalah era yang sangat flutuatif dalam segi apapun perubahan terkait imformasi dan juga keberadaan role setiap stepnya membuat era ini adalah era yang paling up to date.

Bagaimana tidak ? Informasi bisa didapatkan sekian detik setelah adanya peristiwa padahal peristiwa yang terjadi ada di jauh sebrang sana.

Sisi positif dari lugas dan gangkasnya ini ketika ditilik dari kecakupan terkait celah penjualan make up dengan role model diri sendiri sangat mumpuni.

Ditambah sistem dari penjualan yang sangat dipermudah, entah dari produsen langsung atau dari yang lain.

Tren penjualan tanpa stok dengan komisi sesuai penjanjian yang pastinya menjanjikan dikenal dengan kata Dropshiper.

Dropshiper dengan istilah menjualkan tanpa produksi ini menjadi trend dikalangan milenial terutama tentang produk kencantikan yang notabenanya ketika role model sudah sempurna penjualan akan terprovokasi sebegitunya.

Well, manfaat dropshiper ini adalah melatih jiwa percaya diri setiap milenial untuk masuk keranah sosialisasi customer.

Sedikit belajar tentang produk dan mungkin bagian dari sebuah proses untuk jajakan selanjutnya.

Di luar pendapatan laba yang didapat tentunya. Hal ini juga memacu milenial untuk terus improve tentang manfaat teknologi dan adaptasi untuk proses mendapatkan income atau pemasukan.

Mengingat dropshiper juga sangat minim resiko, bahkan bisa dikatakan tak ada risiko apabila sistemnya sesuai dan tertib. 

Milenial akan mampu memanfaatkan dropship itu untuk kebutuhan yang mungkin akan jadi kebutuhan utamanya. So, masih mikir mau jadi dropshiper atau engga ?

*Nailil Muna, Mahasiswi FE Manajemen Univ Wahid Hasyim

Related Articles

Back to top button