fbpx
DaerahPendidikanSeni Sastra & Budaya

Keren, Untuk Aksara Jawa Balai Bahasa Jateng Lakukan Ini

ENERGIBANGSA.ID (Semarang) – Dalam upaya meningkatkan jumlah penutur bahasa dan sastra yang ada di Jawa Tengah (Jateng). Balai Bahasa Provinsi Jateng menggelar  pelatihan menulis aksara Jawa bagi para pelajar tingkat SMP dan SMA pada 8-18 September 2020 secara daring melalui aplikasi zoom.

Pelatihan ini diikuti oleh 20 pelajar tingkat SMP dan 20 pelajar SMA/SMK/MA di Desa Lerep, Kabupaten Semarang. Dengan menghadirkan dua narasumber, yakni dosen Universitas PGRI Semarang, Bambang Sulanjari dan dosen Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo R. Adi Deswijaya.

Dr Ganjar Harimansyah, Kepala Balai Bahasa Provinsi Jateng, mengungkapkan bahwa salah satu program utama Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa di tiap unit pelaksana teknis di daerah, termasuk Balai Bahasa Provinsi Jateng, dalam pelindungan bahasa dan sastra daerah di Indonesia diorientasikan pada pencapaian sasaran strategis. Salah satunya adalah meningkatnya jumlah penutur bahasa dan pendukung sastra daerah di kalangan generasi muda.

Baca Juga : Simple! Resep Urap Kukus Khas Jawa Timur!

“Untuk mencapai sasaran tersebut, lima program pelindungan bahasa dan sastra itu adalah pemetaan, kajian vitalitas, konservasi, revitalisasi, serta registrasi bahasa dan sastra,” kata Ganjar dalam sambutannya via aplikasi zoom, Selasa (8/9) kemarin.

Ganjar Harimansyah
Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah Ganjar Harimansyah. (Sumber: Suara merdeka)

Dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945 sendiri telah menempatkan pelindungan bahasa dan sastra daerah sebagai amanat konstitusi. Pada Pasal 32 UUD 1945, disebutkan bahwa negara menghormati dan memelihara bahasa daerah sebagai kekayaan budaya nasional.

“Ini menjadi bukti kehadiran negara dalam menghormati dan memelihara bahasa dan sastra daerah,” kata Ganjar.

Puncak pelatihan menulis aksara Jawa adalah lomba membaca aksara Jawa pada 24 September 2020 secara virtual dan tiap kategori SMP dan SMA akan dipilih tiga juara yang akan mendapatkan uang pembinaan serta piagam.

Sementara itu, Kepala Bagian Kesra Setda Kabupaten Semarang M. Risun menyambut baik kegiatan pelatihan menulis aksara Jawa bagi pemuda di wilayah setempat.

Dalam sambutannya secara daring, Risun mengatakan bahwa penggunaan bahasa Jawa perlu digalakkan lagi dan masyarakat harus didorong untuk bisa menguasainya, termasuk penulisan aksara Jawa.

“Diperlukan kembali penggalakan penggunaan bahasa Jawa karena bahasa Jawa penuh dengan kearifan lokal,” ujarnya sebagaimana dikutip tim energibangsa.id dari antara jateng.

Risun menambahkan, setiap Kamis pegawai di Pemerintah Kabupaten Semarang berpakaian dan berbahasa Jawa dalam rangka mempertahankan budaya dan bahasa Jawa.

Hal ini menurutnya sebagai upaya dari Pemerintah kabupaten melestarikan bahasa dan budaya Jawa, termasuk aksara Jawa.”Generasi muda tidak boleh melupakan aksara Jawa,” jelas dia. (Gilban/EB)

Related Articles

Back to top button