fbpx
Nasional

Keren, Jumlah Transaksi di Acara UKM Virtual Expo Mencapai Rp1,68 M

SEMARANG, energibangsa.id – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus berupaya melakukan percepatan pemulihan ekonomi daerah, terkhususnya bagi koperasi, usaha mikro, kecil, dan menengah (KUKM). Satu diantaranya dengan menggelar UKM Virtual Expo. Acara ini berlangsung mulai 25-27 Oktober 2020 dan diikuti 102 pelaku UMKM di Jawa Tengah.

Usaha ini menunjukkan arah positif. Sejak 20 Oktober 2020 hingga kemarin (25/10), transaksi UKM Virtual telah mencapai Rp 1,68 miliar.

Kemarin (25/10) Gubernur Jawa Tengah meluncurkan UKM Virtual Expo secara daring. Usaha in, menurutnya, menjadi bukti bahwa pemerintah peduli dengan perekonomian warga.

Ganjar menuturkan, di masa pandemi, UKM harus berani berubah dan jangan lelah untuk belajar.

“Sekarang ada cara (berjualan) yang dikreasikan oleh anak-anak muda, oleh Diskop UKM,dibantu oleh para sponsor. Kalau biasanya jualnya di pinggir jalan, di toko pinggir pasar tidak mudah, maka kami beri ruang. Kalau punya produk apapun bisa nempel di UKM Virtual Expo,” katanya.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sendiri selalu mendukung dan memfasilitasi sektor UMKM, salah satunya dengan Hetero Space juga berbagai terobosan baru digitalisasi.

 “Punya produk tapi jualnya bagaimana, kualitas (produk) kurang bagus bagaimana berlatihnya, atau kualitas bagus tapi tak punya uang, bagaimana akses permodalannya. Maka ada co working space dan channel (Youtube) RIKU (Rumah Inspirasi Koperasi dan UKM). Maka saya luncurkan ini supaya semuanya bisa survive,” lanjut Ganjar.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah Ema Rachmawati menjelaskan, pameran ini menampilkan empat klaster UKM. Mulai dari fesyen, makanan dan minuman, hingga kriya.

“Dari tanggal 20 sampai pagi tadi tanggal 25 Oktober, tercatat penjualannya sudah mencapai Rp1,68 miliar,” ungkapnya.

Pameran ini telah dilirik oleh pembeli mancanegara, diantaranya Singapura, Malaysia, hingga Eropa. Ini membuktikan kualitas produk UKM Jateng dapat bersaing di luar negeri.

“Hingga tadi, sudah ada 5.600 kunjungan ke (website) UKM Virtual Expo. Dari jumlah itu, yang serius dengan mengirimkan email ada sekitar 1.600 orang,” jelasnya.

Adapun, total produk yang dipampang berjumlah 900 buah dari mulanya hanya 400 buah.

Upaya Pemprov Jateng mendukung UKM mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan UKM Victoria Boru Simanungkalit, mengapresiasi langkah Pemprov Jateng. Menurutnya, langkah ini merupakan cara untuk mendongkrak pasar dan menggeliatkan ekonomi di tengah Pandemi Covid-19.

Pelatih Bisnis dan Komunikasi Helmy Yahya menyebut apa yang dilakukan Pemprov Jateng layak ditiru daerah lain. Menurutnya, bisnis digital adalah jawaban bagi usaha di tengah pandemi seperti ini.

“Digital membuat semua orang berhak sukses. Covid-19 membuat semua orang kreatif, yang dulu meremehkan digital sekarang harus mengerti tentang digital. Kalau tidak, ya berkolaborasi,” jelasnya.

Helmy menuturkan, peluang bisnis di masa pandemi sangat beragam. Mulai dari bisnis hobi seperti ikan cupang, tanaman, hingga daster.

“Bisnis yang berhubungan dengan kesehatan banyak bertumbuh. Intinya, ada ide menarik, terhubung dengan bantuan keuangan dan jeli melihat peluang. Jangan lupa packaging bagus dan terhubung dengan dunia digital,” pungkas Helmy. (Sasa/EB)

Related Articles

Back to top button