Ekonomi & Bisnis

Keren, Gula Semut Purbalingga ‘Serbu’ Pasar Yunani

ENERGIBANGSA.ID (Purbalingga) – Gula semut organik Purbalingga semakin berkibar di pasar Eropa. Bahan pangan produksi para penderes dari Bumi Perwira tersebut bahkan telah diekspor ke Yunani, Negeri Para Dewa.

Gula semut / sumber: gulakelapa.id

“Alhamdulilah, gula semut produk Purbalingga berhasil menembus pasar Eropa dan terbaru sudah sampai ke Yunani. Ini adalah angin segar ditengah perlambatan ekonomi akibat pandemi Covid-19,” kata Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi, saat diwawancarai di ruang kerjanya, Kamis (9/7/2020).

Menurut Tiwi, akhir Juni lalu, sebanyak 13 ton gula semut organik hasil produksi petani yang tergabung dalam Kelompok Usaha Bersama (KUB) Sumber Rejeki dari Desa Ponjen, Kecamatan Karanganyar telah diekspor ke Yunani. Produk lokal tersebut dihargai lebih tinggi Rp5.000 per kilogramnya daripada harga di pasar lokal.

Bupati Tiwi pun menekankan akan terus mendukung potensi unggulan Kabupaten Purbalingga ini untuk semakin berkembang. Dirinya meminta Dinas Pertanian bersinergi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Purbalingga untuk meningkatkan kualitas gula semut dan memperluas pasarannya.

“Sehingga semakin memberi manfaat kepada para petani dan semakin mengibarkan produk lokal Purbalingga di pasar dunia,” katanya.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Purbalingga, Mukodam, menambahkan, gula semut atau gula kelapa kristal organik dapat menembus pasar Eropa karena adanya kemitraan antara eksportir dengan para petani penderes, dan pedagang gula kelapa.

“Saat ini ada 12 (unit) perusahaan eksportir yang telah bermitra di Purbalingga. Mereka yang memfasilitasi teknis pengkondisian lahan, dan cara produksi organik melalui audit ketat sampai mendapat berbagai sertifikat organik dari berbagai lembaga sertifikasi dunia dari Jepang, dan Eropa,” katanya.

Belasan perusahaan tersebut, beber Mukodam, adalah PT Navil, PT Itrek, PT DAI, PT MIO, PT Integral Mulia Cipta, PT Mana Anugrah Sejahtera, UD Brayan, KUB Central Agro Lestari, dan Koperasi Nira Perwira.

Untuk meningkatkan kemanfaatan kepada para perajin gula kelapa, Dinas Pertanian mendorong perusahaan untuk mengikutsertakan para penderes dalam Jaminan Sosial (Asuransi).

Dinas Pertanian juga terus berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian untuk pengembangan produk gula kelapa organik, termasuk usulan pembentukan kawasan gula kelapa organik di Purbalingga. (dd/sumber: jatengprov.go.id/10/7/2020).

Related Articles

Back to top button