fbpx
Kabar Daerah

Keren ! Gajar Undang Tim Riset Vaksin Nusantara

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengundang eks regu periset vaksin Nusantara ataupun vaksin dendritik pada Kamis( 22/ 4) ke kantor Gubernur Jateng. Pertemuan itu diselenggarakan tertutup serta berlangsung dekat satu jam.

Dalam pertemuan itu, beberapa eks periset vaksin Nusantara dari Universitas Diponegoro, Dinas Kesehatan Provinsi Jateng sampai RSUP Dokter Kariadi, muncul. Tetapi tidak diucap siapa saja nama- nama eks periset dari calon vaksin yang oleh BPOM dimohon melaksanakan revisi( corrective action) cocok standar itu.

Ganjar mengaku terencana mengundang eks regu periset vaksin

itu buat memohon kejelasan. Karena, sepanjang ini dia tidak sempat memperoleh laporan menimpa pertumbuhan vaksin yang diprakarsai Terawan Agus Putranto dikala masih berprofesi Menkes itu.

Sementara itu site research pada uji coba sesi awal terletak di RSUP Dokter Kariadi, Semarang, yang terletak di dasar Kemenkes. Tidak hanya itu RSUD Dokter Moewardi Surakarta pula turut dilibatkan.

Tidak hanya itu, ia pula mau mengenali apa sesungguhnya kasus yang terjalin dalam riset vaksin yang saat ini berpindah ke RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, itu.

” Jika perkaranya apa, ya aku tidak ketahui. Apakah di izin, apakah di tata cara, aku tidak ketahui. Malah kala aku nonton tv amati di kabar prosesnya jalur lagi di RSPAD, lho berarti tidak terdapat permasalahan, terus apa yang kemarin ramai- ramai,” tutur Ganjar.

” Aku pula tanya hasil yang telah sempat dicapai pada fase awal, tetapi belum dapat dijawab. Mudah- mudahan minggu depan telah terdapat laporannya,” sambungnya.

Ganjar berharap perkara vaksin Nusantara bisa lekas dituntaskan supaya tidak memunculkan ciri tanya di tengah warga. Terlebih, kesan politisasi terus menerus digaungkan.

” Jadi aku dapat jelaskan ke publik sehingga tidak jadi polemik serta jangan hingga terdapat nuansa politik mengemuka. Kita kan masih perlu vaksin lebih banyak,” kata Ganjar.

Pengembangan serta riset vaksin Nusantara tadinya pernah dicoba di RSUP Dokter Kariadi Semarag. Mengaitkan regu periset dari Universitas Diponegoro.

Tetapi, Humas Rumah sakit Kariadi Parna berkata, grupnya tidak lagi dilibatkan dalam

pengembangan vaksin yang menggandeng AIVITA Biomedical, USA, ini. Parna tidak menarangkan secara perinci kapan institusinya mulai tidak dilibatkan lagi.

” Memanglah telah enggak terdapat lagi penelitiannya di RSUP Kariadi. Telah disetop,” ucap Parna dikala dihubungi

Tetapi, minggu kemudian beberapa anggota DPR serta public figur menghadiri RSPAD dalam rangka pengambilan ilustrasi darah guna diproses/ dikultur sepanjang 7 hari buat setelah itu disuntikkan lagi. Mereka menyebut selaku sukarelawan uji coba vaksin Nusantara fase II.

Apalagi eks Ketum Golkar Aburizal Bakrie lebih dahulu diambil sampelnya serta hasil dari proses sepanjang 7 hari disuntikkan kembali ke badannya oleh Terawan sendiri.

Related Articles

Back to top button