fbpx
Kesehatan

Kerap Dianggap Sepele, Kenali Gejala Darah Rendah Sebelum Terlambat

ENERGIBANGSA.ID – Ketika Anda berdiri terlalu lama dan merasakan mata berkunang-kunang, pusing, pandangan menjadi gelap dan kemudian jatuh pingsan, bisa jadi Anda memiliki penyakit darah rendah.

Darah rendah merupakan keadaan dimana tekanan darah di dalam arteri lebih rendah daripada tekanan darah normal. Pada saat darah mengalir melewati arteri otomatis dinding arteri akan menerima tekanan. Tekanan inilah yang menjadi ukuran kekuatan darah atau sering disebut tekanan darah.

Darah rendah terjadi ketika tekanan darah berada di bawah 90/60 mmHg, sedangkan pada kondisi normal, tekanan darah akan berada pada 120/80 mmHg. Tekanan darah yang rendah tersebut yang mampu menimbulkan sejumlah gejala yang patut diwaspadai.

Terdapat beberapa faktor yang dapat menyebabkan tekanan darah menjadi turun, di antaranya ada kehamilan, kehilangan darah dalam jumlah yang besar, gangguan sirkulasi, dehidrasi, reaksi adanya alergi, infeksi pada aliran darah, dan gangguan endokrin.

Selain itu, beberapa obat juga dipercaya dapat membuat tekanan darah menjadi turun. Beta-blocker dan nitrogliserin yang digunakan untuk mengobati penyakit jantung adalah penyebab paling umum. Obat antidepresan dan obat disfungsi ereksi juga bisa menyebabkan hipotensi.

Namun seringkali kondisi tersebut tidak menimbulkan gejala yang nyata. Jika dibiarkan, kondisi tersebut dapat menyebabkan hipotensi yang bisa berbahaya jika tidak ditangani dengan tepat.

Umumnya, gejala-gejala yang kerap kali muncul adalah :

– kelelahan

– pusing

– mual

– kulit lembab

– depresi

– hilang kesadaran

– penglihatan kabur

Namun gejala yang timbul dapat bervariasi tergantung tingkat keparahan. Jika tekanan darah rendah diiringi oleh gejala pusing, pingsan, dan sesak napas, diharapkan segera minta pertolongan tenaga medis.

Beberapa jenis hipotensi dikenal tidak berbahaya, seperti misalnya hipotensi postural atau ortostatik. Kondisi ini umumnya terjadi saat Anda bangkit dari posisi duduk atau berbaring yang menyebabkan tekanan darah turun secara tiba-tiba dan menimbulkan gejala pusing. Kondisi ini umumnya hanya berlangsung beberapa menit.

Nicole Weinberg, seorang ahli kardiovaskular menyatakan jika hipotensi ortostatik bukanlah kondisi darurat medis yang harus ditakutkan. Mengutip Insider, Weinberg menyarankan untuk berbaring, mengonsumsi makanan asin, dan menambah asupan air. Cairan dapat meningkatkan volume darah dan membantu tekanan darah berangsur normal.

Namun, jika Anda sering mengalami gejala tekanan darah rendah seperti pusing atau pingsan, segera konsultasikan pada dokter. Meski kerap dianggap tidak fatal, namun ada situasi medis serius yang bisa dianggap darurat.

“Kemungkinan meninggal karena tekanan darah rendah sangat kecil, kecuali jika dipengaruhi oleh penyakit bawaan lain,” kata Weinberg.

Salah satu kondisi yang paling sering terjadi adalah infeksi darah atau sepsis, yang dapat membuat tekanan darah turun. Sepsis terjadi saat bahan kimia yang dikeluarkan tubuh untuk melawan infeksi meluas dan mengakibatkan pembekuan darah yang dapat mengurangi aliran darah ke organ vital tubuh seperti jantung, ginjal, dan otak.

“Hal ini (tekanan darah rendah karena sepsis) dapat berkembang menjadi syok septik dan tekanan darah sangat rendah, dapat berakibat fatal dan harus segera ditangani,” ujar Weinberg. (EB/cnnindonesia).

Related Articles

Back to top button