fbpx
Sosial & Budaya

Kenapa Mata Uang Indonesia Bernama ‘Rupiah’ ?

ENERGIBANGSA.ID – Setiap negara di dunia ini memiliki nama mata uangnya masing-masing, mulai dari mata uang lokal hingga internasional.

Berbagai macam nama mata uang yang ada pasti juga memiliki sejarah pula di baliknya, tak terkecuali Indonesia.

Mata uang negara Indonesia adalah Rupiah (Rp).  Fungsi rupiah tidak hanya sebagai alat tukar saja, tetapi juga sebagai simbol pemersatu bangsa.

Tetapi, pernahkah kamu membayangkan bagaimana awal mula penetapan nama mata uang negara Indonesia yang kini kita sebut sebagai ‘Rupiah’ itu berasal?

Menghimpun dari data Kementerian Keuangan Republik Indonesia edisi Jelajah Sejarah Rupiah, berikut sedikit gambaran mengenai sejarah dan asal – usul istilah ‘Rupiah’.

Sejarah

(Maret, 1942)

Di tahun ini Jepang sudah menduduki Indonesia, mata uang lama dari pemerintah sebelumnya masih berlaku, yakni ‘Gulden’ yang diartikan sebagai rupiah Belanda.

Adapun uang militer (gunpyo) atau sering disebut sebagai uang invasi.

(September, 1945)

Pendudukan Jepang berakhir. Meski Indonesia sudah memproklamasikan kemerdekaan, Belanda tetap kembali ke wilayah bekas koloninya dengan membonceng sekutu.

Belanda memutuskan menarik mata uang rupiah Jepang dan menggantinya dengan uang NICA.

(15 Maret 1946)

Pihak Republik mengeluarkan maklumat yang melarang penduduk mengedarkan uang NICA.

(29 Oktober 1946)

Pemerintah Indonesia menetapkan berlakunya Oeang Republik Indonesia (ORI). ORI merupakan sematan nama bagi mata uang bangsa Indonesia saat itu.

(30 Oktober 1946)

Pukul 00:00, ORI menjadi mata uang yang sah di wilayah Republik Indonesia.

Hasil cetakan ORI dikirim ke seluruh Jawa dan Madura dalam gerbong-gerbong kereta api. Kawalan ketat mengiringi pengiriman itu guna menghindari perampokan di tengah jalan.

(1946 – 1947)

Persaingan uang NICA dan ORI masih terus berlanjut.

(1947)

ORI sulit beredar ke wilayah Jawa Barat dan Sumatra, tokoh-tokoh pro-Republik di daerah tersebut mengusulkan agar pemerintah pusat mengizinkan mereka mengeluarkan uang sendiri.

(13 Desember 1948)

Peraturan Pemerintah menyebut masa berlaku ORIDA akan diatur langsung oleh Menteri Keuangan. Ada 21 jenis mata uang dan 27 jenis ORIDA hingga akhir 1949.

Simbol Perlawanan di Masa Kolonial

Kelahiran rupiah menjadi simbol perlawanan bangsa Indonesia terhadap penjajahan Belanda pada saat itu.

Rupiah menjadi tanda bahwa Indonesia adalah negara yang mampu berdiri di atas sendiri, baik dari segi kedaulatan maupun segi ekonomi.

Pernyataan ini dipertegas dalam Undang-undang Nomor 7 Tahun 2011, yang berisi penjelasan mengenai fungsi mata uang rupiah dan perannya sebagai simbol kedaulatan Indonesia yang patut dihormati dan dibanggakan.

Asal – usul Nama Rupiah

Dari sudut pandang etimologis, asal- usul kata ‘Rupiah’ berasal dari bahasa Sansekerta ‘Rupiya’, yang artinya koin perak.

Istilah ini dikenalkan pertama kali oleh Sultan Sher Shah Suri di India pada abad ke-16 sebagai mata uang di wilayah kekuasaannya.

Lambat laun, istilah ini ditetapkan secara resmi menjadi nama mata uang bangsa Indonesia.

Sampai sekarang, setiap tanggal 30 Oktober diperingati oleh institusi Kementrian Keuangan sebagai Hari Oeang (uang).

Related Articles

Back to top button