Ilustrasi sedih (Foto: Kompasiana)
Life

Kenapa Kita Bersedih Saat Kangen dan Putus Cinta?

1

ENERGIBANGSA.ID – Hidup yang kita jalani tidak selamanya menghadirkan kisah bahagia untuk kita kenang. Ada kalanya kita akan merasa hidup terasa tidak menyenangkan dan tidak menggairahkan. Hal itu wajar saja, sebab hidup ini tidak statis. Pada suatu kondisi tertentu kita akan menemukan emosi berubah menjadi marah, kesal, dan yang paling menyebalkan adalah rasa sedih.

Bersedih itu melelahkan, mengurasi energi, dan membuat tidak semangat menjalani hari. Tidak hanya itu, bersedih bahkan membuat maskara non-waterproof menjadi luntur sebab adanya air mata yang mengalir tiada henti dari mata indah kita.

Penelitian dari para ahli menunjukkan bahwa perempuan lebih sering bersedih dan menangis daripada laki-laki. Perempuan lebih mudah terikat secara emosi sehingga mereka mudah terbawa perasaan (baper). Utamanya ketika merasa kehilangan dan merindukan seseorang. Menyebalkan sekali, bukan?

Pasti banyak diantara kita yang pernah merasakan sedih karena hal tersebut. Tidak hanya perempuan, saya yakin para laki-laki juga sedih ketika berada pada situasi tersebut.

Bayangkan setiap hari kita selalu berinteraksi dengan seseorang yang teramat disayangi. Menikmati makanan bersama sambil memandangi senyum indahnya. Mendengar tawanya yang renyah hingga membentuk guratan garis halus di sekitar matanya. Mendengarkan setiap keluh-kesahnya, cerita bahagianya, hingga khayalan-khayalan imajinasi tentang masa depan. Rasanya begitu menyenangkan hingga seperti ada kupu-kupu yang sedang menari di dalam perut.

Tapi sekarang bayangkan bagaimana hari-hari yang kita jalani tanpa hal-hal tersebut? Ketika takdir menetapkan kalian harus berpisah dan menjalani hidup masing-masing. Bisa jadi hanya sementara, tapi bisa juga selamanya. Apa yang Sobat Energi rasakan?

Sedih? Kangen?

Pasti!

Kok bisa sih kita merasakan kesedihan saat merindukan seseorang? Bahkan ada yang bisa sampai menangis meraung-raung karena hal tersebut.

Clarissa Silva, ilmuwan, pelatih hubungan, dan pencipta “Metode Hipotesis Kebahagiaan Anda” menjelaskan bahwa hal ini ada kaitannya dengan sisi romantis seseorang.

“Ada beberapa proses neurokimia yang terjadi untuk pria dan wanita ketika mereka jatuh cinta. Selain testosteron dan estrogen, pada saat tersebut tubuh akan melepaskan adrenalin, dopamin dan serotonin. Dopamin adalah hormon yang menciptakan perilaku sopan pada pria dan keterikatan yang kuat untuk wanita,” terangnya.

Menurut Silva, ketika kita sedang jatuh cinta, secara alami tubuh akan mempercepat proses hormon-hormon perasaaan baik. Kemudian akan menciptakan intensitas kimia yang sering digambarkan sebagai “cinta”. Hingga akhirnya memunculkan perasaan bahagia yang disebabkan oleh orang yang kita sayangi.

Nah, ketika kita kehilangan orang itu, semua proses ini mereda dan dapat menyebabkan sakit hati. Pada dasarnya, otak akan meniru perasaan emosi yang ditunjukkan ketika kehilangan seseorang. Silva juga menunjukkan bahwa lamanya hubungan dapat memengaruhi cara otak memproses perasaan rindu ini.

Psikolog Jennifer B. Rhodes menambahkan bawa ketika berpisah dengan seseorang yang kita sayangi, baik sementara atau selamanya, dapat menyebabkan perasaan stres dan tertekan. Ketika kita merasa stres, secara biologis tubuh akan mencari validasi bahwa semuanya baik-baik saja. Dan ini yang membuat otak kita merespon hal yang menyedihkan karena keadannya bertolak-belakang.

Perasaan sedih yang muncul karena kangen nyatanya juga berpengaruh pada raut muka yang nampak muram. Secara ilmiah, hal ini bisa dijelaskan sebab adanya suatu proses yang terjadi di otak kita. Saat bersedih karena kangen atau putus cinta, otak kita mengirimkan sinyal untuk menafsirkan makna kesedihan yang sedang dirasakan melalui sistem saraf. Hal tersebut diungkapkan oleh Lucy Brown, seorang ahli saraf Universitas Yeshiva dikutip dari Elite Daily.

Normal saja jika bersedih karena kehilangan atau merindukan seseorang. Namun hidup harus tetap berjalan ya, Sobat Energi. Sadarilah, kalian tidak sendiri dan banyak hal yang bisa kalian jalani. Buatlah dirimu menjadi sibuk pada hal-hal yang positif dan kreatif agar kesedihan sedikit teralihkan.

Mengutip kata Ali Ma’ruf, seorang pakar patah hati, “Bersedihlah secukupnya, berbahagialah secukupnya”.

Komentar Netizen
Bagikan, agar menjadi energi positif untuk orang lain

Begini Tanda Pria Jatuh Cinta, dari Super Perhatian Hingga Super Manja

Previous article

Semarang Raih Penghargaan Sebagai Kota Terbersih se-Asia Tenggara

Next article

You may also like

1 Comment

  1. […] [Baca juga: Kenapa Kita Bersedih Saat Kangen dan Putus Cinta?] […]

Comments are closed.

More in Life