EssaiKolom

Kenapa Banyak Orang Nggak Suka Jokowi? (1)

Yanuar Aris Budiarto, alumnus FISIPOL Universitas Wahid Hasyim Semarang

ENERGIBANGSA.ID – Jagad sosial media tidak pernah sepi dari isu-isu politik. Apalagi Presiden RI; Jokowi selalu diserang, dihina, dicemooh sana-sini. Hmm Pertanyaannya, kenapa sih Jokowi dibenci? seakan-akan semua salah Jokowi.

Mungkin tulisan ini bisa jadi salah satu jawaban dari pertanyaan kenapa Jokowi dibenci? edisi 1, dan insya Allah ada edisi selanjutnya.

Jadi begini ceritanya. Mengutip dari tagar.id, mengulik sejarah pada tahun 1997 Indonesia menjadi tuan rumah Sea Games. Oleh negara, dibuatlah konsorsium untuk menyelenggarakan event olahraga itu.

Coba tebak siapa ketuanya? Bambang Trihatmodjo; anak ketiga Soeharto – Presiden paling berkuasa di Indonesia pada masa orde baru.

Sebagai penyelenggara, tugas konsorsium adalah menggalang dana (sponsor) untuk Sea Games. Tapi bukannya dapat dana sponsor, Bambang Trihatmojo malah utang ke negara.

Nah, bisa ditebak, negara enggak bisa menolak dong, karena keluarga Cendana di masa orde baru sangat kuat dan berpengaruh banget di masa itu.

Problem dimulai, Bukannya dapat keuntungan dari acara Sea Games, negara malah harus keluar duit 35 miliar rupiah – kurs waktu itu – untuk ngutangin Bambang Tri.

Problem makin pelik karena sesudah selesai acara, Bambang Tri malah kena ‘amnesia’ pura-pura lupa kalau dia punya utang ke negara.

Atas nama Sea Games pula, Bambang Tri bahkan diberi fasilitas “bea masuk khusus” untuk impor mobil mewah khusus untuk gelaran Sea Games.

Nah, setelah event Sea Games selesai, mobil-mobil berharga miliaran itu dijualnya dan sialnya negara enggak dapat apa-apa lagi.

Ngutang nggak bayar, masukin mobil mewah dengan bea khusus, pajaknya nggak masuk ke kas negara, mobil dijual juga negara nggak dapat apa-apa. Yak, cling…. semuanya hilang begitu saja!

Sejak era Pak Harto berkuasa, beralih ke era Prof Habibie, ganti ke era Gus Dur, pindah ke era Megawati, lalu sampai ke era SBY, enggak ada yang berani menagih.

Sampai datanglah era Jokowi yang tengil, nekat, dan keras kepala. Ditambah Sri Mulyani, Menteri Keuangan, yang menagih Bambang Tri triliunan rupiah piutang negara.

Eeee…. Bambang Tri tetap enggak mau bayar, Sri Mulyani mencekalnya sehingga tidak bisa ke luar negeri. Bahkan Sri Mulyani berencana akan memblokir semua rekening Bambang Tri.

Nah, baru di masa pemerintahan Jokowi ini, keluarga Cendana seperti mendapat hantaman palu godam keras di kepala. Duaaarrrrr…..!!

Tommy Soeharto pun merasakan sakitnya, gedung Granadi disita karena Kejaksaan sedang memburu “harta karun” yayasan Supersemar yang tidak jelas pengelolaannya.

Jadi, sampai sini paham kan kenapa banyak yang tidak suka Jokowi menjadi kepala negara? 

Related Articles

Back to top button