fbpx
Kabar Indonesia

Kenapa Artis Banyak Terjerat Narkoba? Berikut Alasannya

ENERGIBANGSA.ID — Jagat entertaiment Indonesia kembali dihebohkan. Setelah beberapa saat yang lalu artis sekaligus komedian Srimulat Nunung atau Tri Retno Prayudati ditangkap kepolisian atas kepemilikan dan penggunaan metamfetamina seberat 0,36 gram, kemarin, selasa (23/7) giliran Aktor tampan Jefry Nicholl.

Jefry ditangkap satuan Narkoba Polres Jakarta Selatan, pada Senin (22/7/2019) malam sekitar pukul 23.30 WIB, atasan dugaan pemilikan ganja seberat 6,01 gram.

Jefry pun menambah daftar panjang selebritis dan artis yang ditangkap atas kasus kepemilikan dan penggunaan narkoba.

Sebelumnya sudah ada sejumlah artis dan selebritis tanah air berbondong-bondong ditangkap oleh Kepolisian terkait hal tersebut.

[ Baca juga : Komedian Nunung Terjerat Narkoba, Sebenarnya Apa Efek Sabu-sabu?]

Dunia selebritis dan artis tanah air acapkali menjadi target dan sasaran empuk bagi para pengedar barang haram tersebut.

Lantas kenapa bisa demikian? Apa penyebabnya?

 Tim energibangsa.id akan mencoba menguliknya untuk sobat energi dengan merangkum dari beberapa sumber terkait hal tersebut, dan berikut adalah hasilnya :

  1. Tekanan Mental dan Fisik

Dunia Selebritis dan Artis selalu dianggap menjadi dunia yang penuh tekanan yang kuat.

Para selebriti pun dituntut untuk selalu menampilkan yang terbaik, entah lewat penampilan atau tingkah laku.

Hal ini disebabkan untuk menghibur dan menyenangkan para penggemarnya sehingga tidak merasa dikecewakan.

Selain itu keharusan mereka untuk selalu sedia 24/7 ini tentunya memberikan depresi sendiri.

Saat depresi seperti ini menjadi saat paling rentan seorang selebriti menggunakan obat terlarang.

Seorang terapis, John Tsilimparis mencoba mendalami kasus pecandu narkoba selama 15 tahun. Lalu, ia menuliskan ulasannya di Huffington Post.

Menurut seorang terapis, John Tsilimparis yang telah mencoba mendalami kasus pecandu narkoba selama 15 tahun, Obat terlarang menawarkan jalan keluar dan kelegaan akan semua beban yang mereka harus lalui sehari-hari.

Ketika seorang selebriti telah merasakan kelegaan yang didapat dari obat yang merusak tubuh itu, dia mempunyai kecenderungan untuk mengulanginya lagi.

2. Ingin feel good dan better

Peneliti dr Hari Nugroho peneliti dari Institute of Mental Health Addiction and Neurosience (IMAN) menjelaskan, ada 2 kondisi psikologis yang menyebabkan seseorang terjerat narkoba.

Kondisi ini juga menentukan jenis narkoba yang akhirnya dikonsumsi.

Ia mengatakan Seseorang cenderung menggunakan narkoba untuk merasa feel good dan feel better.

“Feel good dirasakan mereka yang harus memacu kinerjanya misal terjaga 24 jam, fokus terus menerus, atau artis yang dituntut segera punya inspirasi. Mereka biasanya menggunakan narkoba jenis LSD (Lysergic acid diethylamide) atau heroin. Sedangkan feel better terjadi pada mereka yang punya masalah sebelumnya,” kata dr Hari.

3. Kecemasan dan depresi.

Dilansir dari Psychology Today, alasan artis menggunakan kecemasan akan kritik dan kompetisi yang dialami sehari-hari.

Kecemasan para selebriti ketika menghadapi dua hal ini termanifestasi dalam bentuk depresi, kekurangan tidur, menangis tanpa ada alasan yang jelas, bad mood, kurang konsentrasi, paranoid, kurangnya rasa percaya pada sesama, dan munculnya rasa benci akan diri sendiri.

Dengan rasa depresi berlebihan ini, obat terlarang menjadi rute keluar yang dapat digunakan untuk menghibur diri.

Terkait dengan semua kecenderungan ini, Psychology Today menulis beberapa jalan keluar untuk dapat tetap terhindar dari obat-obatan terlarang, diantaranya: berbicara dengan teman atau terapis, memperkuat keamanan, mencari lingkungan pertemanan di luar dunia hiburan, sering tertawa dan rajin beribadah.

4. Gaya hidup mewah

Seperti yang kita ketahui, Dunia selebritis dan artis seringkali dipandang sebagai dunia yang glamor dan mewah.

Tak sedikit para selebriti dan artis yang terseret dan terjebat dengan gaya hidup mewah

Dengan limpahan materi yang besar mereka bisa membeli apa saja sehingga membuat mereka mencoba hal-hal baru menggunakan uang mereka.

Psikiater dr Nova Riyanti Yusuf SpKJ dari RS Jiwa Dr Soeharto Heerdjan Jakarta mengatakan, gaya hidup mewah mengakibatkan kehidupan artis rawan terjerat narkoba.

Artis yang kebablasan pada akhirnya benar-benar jadi korban barang haram tersebut.

“Standar kriteria tentang status kemapanan di kalangan artis membuat mereka tidak kuat menghadapi kegagalan jika tidak memenuhinya,” kata dokter ahli jiwa yang kerap disapa Noriyu tersebut.

5. Bekerja tanpa kenal waktu

Faktor lainnya menurut psikiater dr Andri SpKJ FAPM dari RS OMNI Alam Sutera adalah jam kerja yang melelahkan.

Seorang artis dituntut bekerja sepanjang waktu dengan jadwal yang padat sehingga kurang istirahat, tidur, dan kadang tak sempat makan.

“Bagaimana agar tetap ceria, tetap segar, tetap fokus? Akhirnya pilih pakai narkoba, kadang-kadang begitu jalan keluarnya yang tidak baik. Nah ini tentunya harus kita perhatikan,” kata dr Andri.

Nah demikian sobat energi alasan kenapa dunia artis menjadi sasaran empuk bagi para pengedar narkoba.

Dari artikel ini diharapkan sobat energi tidak mendekati atau mencobanya ya.

Banyaknya kasus narkoba yang menimpa para artis Indonesia tentu bisa menjadi pelajaran semua orang untuk melihat masa depannya.

Related Articles

Back to top button