fbpx
Gaya Hidup

Kenali Ciri Arisan Bodong, Jangan Sampai Terjerat

ENERGIBANGSA.ID – Arisan memang kerap memberikan iming-iming sejumlah hadiah menarik yang berkedok layaknya investasi.

Pada dasarnya, arisan adalah kegiatan mengumpulkan uang dalam satu kelompok tiap periode tertentu tergantung dengan kesepakatan.

Biasanya periode pengumpulan dan pembagian uang arisan adalah satu bulan, namun ada juga yang melakukannya tiap seminggu atau dua minggu sekali.

Kemudian masing-masing anggota akan mendapatkan keuntungan secara bergiliran.

Seringkali peserta arisan tidak memikirkan jangka panjang bagaimana risiko yang akan didapatkan, seperti penipuan.

Lantas, bagaimana ciri-ciri arisan bodong yang kerap berkedok investasi?

Melansir melalui situs Otoritas Jasa Keuangan (OJK), berikut beberapa ciri arisan bodong.

1.  Keuntungan Tinggi dan Bebas Risiko

Setiap orang pasti menginginkan suatu keuntungan besar yang tanpa adanya risiko. Akantetapi semua itu bisa dikatakan hampir mustahil.

Arisan bodong sering memberikan iming-iming imbalan yang sangat besar, bisa ratusan persen per tahun.

Hal yang paling mengejutkan, pelaku bisa mengatakan arisan sama sekali tidak memiliki risiko kerugian.

2. Promosi Mewah

Arisan bodong kerap mengundang calon peserta untuk menghadiri seminar investasi yang digelar di hotel berbintang.

Hal ini bertujuan untuk meyakinkan para calon korban bahwa bergabung dalam investasi yang ditawarkan terbukti memberikan keuntungan tinggi.

Dalam kesempatan seminar tersebut, ditunjukkan sosok investor sukses dengan bukti kepemilikan mobil mewah dan rekening dengan nilai uang yang tinggi.

Padahal bukti-bukti tersebut merupakan manipulasi.

3. Menggunakan Skema Ponzi

Ciri arisan bodong berikutnya adalah keuntungan yang dibayarkan kepada nasabah atau peserta berasal dari dana investasi yang diberikan oleh peserta baru.

Nasabah lama akan diberikan iming-iming mendapatkan bonus, sehingga diminta untuk mengajak sebanyak- banyaknya kerabat atau keluarganya sampai memperoleh rantai nasabah yang panjang.

Selain itu, pelaku cenderung mengajak seluruh nasabah agar tidak mencairkan investasi pokok dan menginvestasikan kembali keuntungannya agar skema bisa tetap berlangsung.

Ketika tidak ada rekrutmen baru, pembayaran keuntungan akan berhenti sehingga bangunan investasi akan ambruk.

Sebelum bangunan investasi ambruk, biasanya pengelola sudah mengetahuinya dan bersiap untuk kabur.

4. Tidak Ada Badan Hukum yang Jelas

Ciri keempat arisan bodong biasanya berasal dari lembaga yang tidak jelas badan hukumnya.

Tidak ada keterangan bahwa lembaga tersebut berupa Perusahaan Terbuka (PT), persekutuan komanditer (CV), firma, yayasan, dan lain sebagainya.

5. Tak Memiliki Izin

Ciri terakhir yang paling mudah untuk dilihat adalah arisan bodong biasanya tidak memiliki izin investasi dari OJK.

Terkait dengan hal ini, masyarakat bisa menghubungi layanan konsumen OJK di 1500-655.

Semoga membantu.

Related Articles

Back to top button