fbpx
Energi Muda

Kenalan Yuk, Sama Ahmad Ataka, Doktor Muda Ahli Robotik Lulusan Inggris

ENERGIBANGSA.ID – Ahmad Ataka Awwalur Rizqi menjalani studi S3-nya hingga meraih penghargaan doktor di Universitas King’s College, London, Inggris pada usia 27 tahun di bidang robotik.

Dalam pencapaiannya hingga di titik sekarang tidaklah mudah.

Saat baru lima bulan menjalani studi doktoralnya, misalnya, Ataka harus mendengar kabar ayahnya dipanggil oleh Yang Maha Kuasa, seusai dirawat di rumah sakit.

Tantang makin berat, lho!

Bagi sulung tiga bersaudara ini, peristiwa itu tentu merupakan tantangan berat.

Persoalan finansial juga menjadi kendala, mengingat sang ibunda saat itu tidak bekerja. Peristiwa itu sempat membuat studinya ‘terbengkalai’ beberapa pekan.

Ataka tak patah semangat. Saat itu ia berhasil menerima Beasiswa Presiden Republik Indonesia (BPRI) yang diselenggarakan oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), salah satu beasiswa paling bergengsi di tanah air.

Dari situ ia menyisihkan sebagian uang hasil beasiswa untuk kebutuhan keluarganya.

Dukungan keluarga amat berarti

Di sini, menurutnya, pentingnya dukungan penuh keluarga dalam studi S3. Apalagi durasinya bisa empat sampai enam tahun.

Setelah menikah pun, istrinya bukan cuma mendukung 100 persen, melainkan banyak membantu dalam penulisan disertasinya.

Ia juga terbantu karena ikut beberapa komunitas pengajian masyarakat Indonesia di London yang orangnya ramah-ramah.

Untuk menyukui kebutuhannya, Ataka juga terlibat dengan beberapa projek mahasiswa Indonesia.

Sempat pula ia ikut beberapa kompetisi berkelompok, seperti Imagine Cup dan MATLAB Mars Rover Challenge.

Hal itu dilakukannya guna memperluas pergaulan agar tidak jenuh. Pasalnya, kebosanan kerap mengganggunya mengingat harus berkutat pada satu topik yang sama selama empat tahun.

Prestasi sejak remaja

Sebelum studi di UGM pada teknik elektro, Ataka memang merupakan pelajar yang berprestasi.

Saat duduk di bangku SMP, ia sudah menerbitkan beberapa buku fiksinya yang berjumlah ratusan halaman.

Ia juga pernah meraih perak pada Olimpiade Fisika Internasional ke-41 di Zagreb, Kroasia. Kala itu, ia duduk di bangku sebuah SMA di Yogyakarta.

Sementara, masa kecilnya ia habiskan di rumah orang tua ayahnya (kakek) di Banyuwangi.

Nyantri pada kakeknya

Di sana, ia menimba pengetahuan agama dari sosok yang bukan saja dianggap sebagai kakeknya, melainkan juga kiainya.

Maklum, Ataka adalah sosok muda Nahdlatul Ulama (NU). Ayahnya juga pernah menjadi Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Yogyakarta.

Di Banyuwangi, Ataka menjadi santri dari kakeknya sendiri. Perjalanan ilmiahnya dimulai dari ujung timur Pulau Jawa.

Ataka juga merupakan Co-Founder Kanal Youtube Jago Robotika. Di situlah, ia berbagi mengenai langkah-langkah membuat robot.

(Ara/ EB)

Related Articles

Back to top button