Ekonomi & BisnisKabar IndonesiaNasional

Kemenkeu Akan Pungut Cukai Plastik, Untuk Apa?

ENERGIBANGSA.ID – Guna menjaga kelestarian lingkungan, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Republik Indonesia akan turut berkontribusi dalam mengurangi jumlah sampah plastik di Indonesia.

Upaya tersebut akan dilakukan dengan penerapan cukai plastik sebesar Rp30.000/kilogram atau Rp200/lembar oleh Kemenkeu.

Usulan ini awalnya telah diajukan kepada anggota dewan dan mendapat tanggapan positif dari Komisi XI DPR. Menindaklanjuti hal tersebut, Menteri Keuangan, Sri Mulyani optimis aturan ini dapat dirampungkan pada tahun 2019 ini.

Data yang didapatkan oleh Tim Energi Bangsa menunjukkan bahwa Indonesia menempati posisi kedua sebagai penghasil sampah plastik terbesar di dunia. Oleh karena itu Kemenkeu menargetkan mendapat penerimaan cukai plastik sebesar Rp500 miliar.

Kabid Kebijakan Kepabeanan dan Cukai, Nasrudin Joko Surjono menerangkan bahwa pemungutan cukai plastik akan digunakan untuk pengolahan limbah sampah.

Namun untuk pengolahan sampah plastik akan diajukan pada Direktorat Jenderal Anggaran (DJA).

“Uang itu nantinya juga dikembalikan lagi ke masyarakat. Dana itu untuk pengelolaan sampah. Jadi biayanya efektif, bisa kendalikan, sekaligus dapat dikembalikan ke masyarakat. Ini green policy,” ujar Nasrudin, Jumat (12/7/2019) mengutip dari suara.

Pihaknya menambahkan bahwa biaya cukai yang akan dikenakan pada plastik memiliki tarif yang beragam tergantung tingkat ketebalan plastik. Perlu diketahui, tarif biaya cukai ini hanya dikenakan pada produsen atau pabrik plastik, bukan konsumen.

Mengingat jumlah sampah plastik yang semakin menggunung, baiknya kita mulai kurangi penggunaan plastik untuk menjaga bumi tetap nyaman dihuni ya, Sobat Energi.

Related Articles

Back to top button