sekolah dibuka
Potret para siswa belajar di sekolah dengan menerapkan protokol kesehatan. (sumber: bbc)
Pendidikan

Kemendikbud Persiapkan Kurikulum Baru Selepas Pandemi

0

ENERGIBANGSA.ID (Jakarta)—Kurikulum baru yang akan digunakan selepas wabah pandemi COVID-19 di Indonesia berakhir tengah dipersiapkan Kementerian Pendidikan dan kebudayaan (Kemendikbud).

Rencananya kurikulum tersebut akan berkelanjutan dan disesuaikan dengan kurikulum darurat yang saat ini sedang dilaksanakan.

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Iwan Syahril mengungkapkan para praktisi pendidikan  tidak perlu khawatir kalau kompetensi para peserta didik akan tertinggal akibat perubahan kurikulum.

Ia mengungkapkan bahwa saat ini Kemendikbud juga menyiapkan platform pendidikan nasional. Berguna untuk  membantu dan memudahkan guru-guru dalam melakukan implementasi kurikulum di sekolah.

“Nyambung (kurikulum), artinya tidak usah khawatir kami sudah memikirkan tentang kontinuitas,” ungkapnya dalam siaran radio Sonora Fm, Selasa (25/8).

Syahril mengungkapkan kurikulum yang diinginkan untuk diterapkan usai pandemi COVID-19 adalah kurikulum yang lebih disederhanakan.

Hal ini pun akan membuka ruang inovasi di mana setiap siswa dan daerah memiliki keunikan masing-masing. Menurutnya, inovasi dan kreativitas ini perlu dibiasakan dalam ekosistem pendidikan di Indonesia.

“Jadi melaksanakan proses pembelajaran itu bukan hal yang mekanik, tapi yang organik, ini pendekatan yang dilakukan kepada makhluk hidup itu harus ekologi, tidak seperti pabrik, ini yang menurut kita harus kita tumbuh kembangkan sehingga keunikan anak ini tumbuh secara holistik (menyeluruh),” jelasnya.

Selain itu, kurikulum yang lebih disederhanakan itu, bedasarkan informasi yang didapat tim energibangsa.id. Juga sesuai dengan tantangan di masa revolusi Industri 4.0.

Apalagi, saat ini tantangan dalam berbagai sektor di seluruh dunia mulai berubah. Seperti revolusi industri 4.0 yang mengharuskan masyarakat kita untuk lebih terbiasa dengan teknologi untuk dapat bertahan di industri.

“Jadi ini harus kita gerakkan dan sesuai dengan tantangan zaman revolusi industri,” kata dia disitir dari cnnindonesia.com

Sebelumnya, Kemendikbud menerbitkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 719/P/2020 tentang Pedoman Pelaksanaan Kurikulum pada Satuan Pendidikan dalam Kondisi Khusus.

Satuan pendidikan dalam kondisi khusus dapat menggunakan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran peserta didik.

“Kurikulum pada satuan pendidikan dalam kondisi khusus memberikan fleksibilitas bagi sekolah untuk memilih kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran siswa,” kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim, Jumat (25/8).

Pelaksanaan kurikulum pada kondisi khusus bertujuan untuk memberikan fleksibilitas bagi satuan pendidikan untuk menentukan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran peserta didik.[Gilban/EB]

Komentar Netizen
Bagikan, agar menjadi energi positif untuk orang lain

Keren, Dewi Sulap Limbah Jadi Disinfektan

Previous article

Zara Adhysti, Dibela atau Dicela?

Next article

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Pendidikan