fbpx
Lewat ke baris perkakas
Wisata & Kuliner

Kembali Dibuka 1 Oktober, Berikut Syarat untuk Pendaki Gunung Semeru

ENERGIBANGSA.ID (Semarang) – Melalui surat edaran yang ditandatangani oleh John Kennedie, Kepala BB TNBTS, Badan Besar Taman Nasional Bromo, Tengger dan Semeru (BB TNBTS) mengumumkan jika per 1 Oktober mendatang, pendakian Gunung Semeru akan dibuka kembali.

Hal ini telah disampaikan oleh Sarif Hidayat selaku Kepala Sub Bagian Data Evaluasi Pelaporan dan Humas, BB TNBTS, pada  21 September lalu. Ia menyatakan jika pembukaan pendakian Semeru telah melalui rapat koordinasi dengan berbagai pihak. 

Kemudian diperkuat dengan SK Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Men-LHK) terkait reaktivasi bertahap kawasan taman nasional di masa pandemi Covid-19.  

“Dan evaluasi wisata Bromo hasilnya kondusif dan adanya ruang jika selama evaluasi Bromo hasilnya kondusif, maka diperbolehkan pembukaan pendakian Semeru,” ucap Sarif saat dikonfirmasi Republika, Selasa (22/9).

Pengelola pendakian Semeru telah melakukan pemeriksaan di jalur pendakian Gunung Semeru. Hasilnya, kondisi jalur terlihat kondusif untuk melakukan pendakian kembali.

Sebelumnya, di beberapa titik di Gunung Semeru mengalami kebakaran pada tahun lalu. Situasi ini mengharuskan pengelola menutup pendakian sampai kondisi pulih kembali. “Pendakian Semeru sudah satu tahun ditutup sehingga ini akan memunculkan kerinduan pendaki untuk mendaki ke Semeru,” jelas Sarif.

Meski pendakian dibuka kembali, BB TNBTS tetap akan menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Selain memberlakukan pembelian tiket secara daring, pendakian juga dibatasi 120 pengunjung per harinya. Pendaki hanya diperkenankan melakukan aktivitasnya di Semeru maksimal dua hari satu malam.

Sebelum memasuki jalur pendakian, pendaki harus memiliki surat keterangan sehat asli yang menyatakan bebas ISPA. Surat harus bertanda tangan dokter dengan stempel basah. “Yang berlaku paling lama tiga hari sebelum hari H,” ungkapnya.

Selanjutnya, pendaki yang diizinkan mengikuti kegiatan di Semeru berumur minimal 10 tahun dan maksimal 60 tahun. Batas akhir pendakian yang diperbolehkan berada di Kalimati sesuai arahan PVMBG Pos Gunung Sawur, Lumajang. Lalu pendaki hanya boleh mendirikan tenda di Ranu Kumbolo dan Kalimati.

Selama beraktivitas di Semeru, pendaki harus menggunakan masker dan membawa cadangan minimal empat buah. Lalu membawa keperluan obat-obatan pribadi dan hand sanitizer. Kemudian melakukan pengecekan suhu di pintu masuk dengan syarat maksimal 37,3 derajat celcius.

Sarif juga mengingatkan pendaki hanya boleh mengisi tenda maksimal 50 persen dari kapasitas. Mereka juga harus mendirikan tenda dengan jarak dua meter di antara lainnya. “Dan sosial distancing,” jelasnya. (EB/republika).

Related Articles

Back to top button