fbpx
Kabar Daerah

Kemampuan Olah Informasi Rendah, Wakil Ketua DPRD Jateng: Bukti Adanya Kelemahan Literasi

SEMARANG, energibangsa.id—Menjadi sebuah keharusan dan penyadaran yang harus dimiliki khalayak dalam mengakses media massa terutama mengenai isi pesan.

Sayangnya upaya untuk meningkatkan kemampuan individu dalam mengolah informasi dan pengetahuan itu sangatlah minim.

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Ferry Wawan Cahyono mengatakan hal itu sebagai bukti adanya kelemahan dalam berliterasi.

Tak melihat sisi validitas informasi

Terlebih di era perkembangan arus informasi yang cepat dan pesat, orang yang lebih mudah percaya dengan informasi yang diterimanya tanpa harus melihat validitas dan keakuratan isi.

“Saya punya pegalaman saat menemui konstituen di pedesaan. Di tempat yang jauh dari perkotaan, ada seorang petani yang memiliki pendapat bahwa di dalam vaksin ada chip untuk mengontrol dan mengawasi orang, “ ungkapnya.

“Dia mendapatkan informasi itu dari media. Mana media? Dia sendiri bilang dari telepon genggam. Ini membuktikan masalah literasi masih lemah, ”jelasnya.

sementara itu, Agus Wuryanto yang akrab disapa Awu mengaku turut merasakan hal itu.

Katanya, selain hanya memperoleh, menyimpan dan mengolah informasi perlu ada kemampuan berliterasi lain yakni mengkritisi.

Tanpa cek & ricek

Now ini begitu mudahnya orang memperoleh dan mengolah informasi tanpa harus cek dan ricek.
Lantas apa yang harus diperbuat?

Sebagai akademisi, Yuwanto meminta pendidikan literasi semestinya sudah harus masuk kurikulum pendidikan formal mulai dari tingkat dasar, menengah, sampai perguruan tinggi.

“Sampai sekarang belum ada kurikulum itu. Adanya adalah kurikulum antikorupsi dan kewirausahaan, “ kata Yuwono. (*)

Related Articles

Back to top button