fbpx
Ekonomi & BisnisKabar IndonesiaNasional

Kejar Pertumbuhan Ekonomi hingga 5,5 %, Menteri Perekonomian Tetapkan Program Prioritas

ENERGIBANGSA.ID – Untuk memenuhi target pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2020 di kisaran 5,2 – 5,5 persen, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian merancang dan menetapkan 26 program prioritas untuk tahun 2020.  Program-program prioritas tersebut mengalami kenaikan dibanding tahun 2019.

Sebelumnya antara pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) telah menyepakati asumsi makro dalam Rancangan APBN tahun 2020. Asumsi tersebut berisi antara lain pertumbuhan ekonomi di kisaran 5,2 -5,5 persen, Inflasi di rentang 2,0 -2,4 persen (yoy), nilai tukar rupiah sebesar Rp 14.000 – Rp. 14.500 per dollar As.

Kemudian, harga minyak di angka US$ 60/ barel, lifting minyak di angka 743 ribu barel/ hari dan lifting gas sebesar 1.150 BOE/hari.

Selain untuk memenuhi target pertumbuhan ekonomi, Program-program  tersebut dirancang juga untuk mendukung program prioritas nasional di bidang ekonomi dalam rancangan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahun 2020 yang meliputi, (I) Infrastruktur dan pemerataan wilayah; (II) Nilai tambah sektor riil, industrialisasi dan kesempatan kerja; (III) ketahanan pangan, air, energi dan lingkungan hidup.

“Program-program ini sejalan dengan tema besar RKP 2020, yaitu Peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk pertumbuhan berkualitas,” ujar  Darmin Nasution, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian pada Rapat Kerja bersama Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat (Banggar DPR), Selasa (25/6), sebagaimana tim energibangsa.id melansir dari ekon.go.id.

Menurut Darmin, pertumbuhan ekonomi Indonesia semakin berkualiatas. Di tengah ketidakpastian perekonomian global, ekonomi Indonesia mampu menunjukkan tren peningkatan yang semakin positif.

“Meskipun tidak naik dengan cepat, tapi kita tetap mampu mencetak pertumbuhan ekonomi yang konsisten naik dari tahun ke tahun. 4,88 di tahun 2015; 5,03 di tahun 2016; 5,08 di tahun 2017; dan 5,17 di tahun 2018,” terangnya.

Pertumbuhan ekonomi tersebut di dukung dengan tingkat inflasi yang rendah dan terkendali sesuai dengan target yang di tetapkan dalam APBN. Lebih dari itu, kualiatas pertumbuhan yang semakin baik ditandai dengan tingkat kemiskinan, pengganguran dan rasio gini yang menurun.

Tidak hanya pertumbuhan ekonomi, iklim investasi Indonesia pun juga semakin membaik. Sebagaimana data yang diperoleh tim energibangsa.id tercatat pada 31 Mei 2019, peringkat rating Indonesia naik satu tingkat dan menadapat insvestment grade pada level “BBB” dengan outlook stabil.

Darmin menjelaskan bahwa Indonesia juga masih memiliki daya tarik sebagai negara tujuan investasi berdasarkan penilaian The Economist dan IMF.

Merujuk  data dan penilaian IMD World Competitiveness Yearbook (WCY), peringkat daya saing Indonesia mengalami peningkatan dari peringakat 43 menjadi peringkat 32 tahun 2019, serta menjadi negara dengan peningkatan tertinggi di Asia Pasifik.

Mengenai sasaran pembangunan ekonomi Indonesia tahun 2020, pemerintah menargetkan tingkat kemiskinan sebesar 8,5 – 9,0 %, tingkat pengangguran sebesar 4,8 – 5,0 % dan rasio gini sebesar 0,375 – 0,380.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button