fbpx
Ekonomi & Bisnis

Kedelai Mahal, Produsen Tempe Mogok Produksi: Maaf ya Bakul Penyet dan ‘Gorengan’

SEMARANG, energibangsa.id—Duh! Ini tentu menjadi kabar pahit bagi pedagang ‘gorengan’, hingga bakul (warung) penyet di seluruh nusantara. Dan ibu-ibu rumah tangga, maaf, untuk sementara waktu urungkan saja masak tempe dan tahu.

Kok bisa begitu? Iya nih, para pengusaha tempe dan tahu anggota Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gakoptindo) akan mogok produksi pada 1-3 Januari 2021.

Ketua Umum Gakoptindo Aip Syarifuddin dalam surat edarannya menyampaikan aksi ini dilakukan untuk menyikapi harga kedelai yang terus naik dan berdampak kepada biaya produksi maupun harga jual tempe dan tahu.

Gegara harga kedelai mahal

“Sejalan dengan hal tersebut, dengan ini kami pengurus Gakoptindo mendukung langkah dan upaya yang dilakukan PUSKOPTI DKI Jakarta dan Jawa Barat untuk melakukan mogok produksi, dengan tujuan agar kenaikan harga tempe dan tahu bisa kompak,” ujar Aip dikutip dari surat edaran Gakoptindo, Rabu (30/12).

Aip mengungkapkan diharapkan KOPTI lainnya di seluruh Indonesia dapat melakukan penyesuaian dalam menyikapi hal tersebut di atas dengan mempertimbangkan situasi, kondisi dan kemampuan di daerahnya masing-masing.

Selama berhenti berproduksi para produsen tempe dan tahu diminta untuk menjaga kekompakan dan kedamaian.

“Serta dilarang melakukan perbuatan anarkis yang akhirnya akan merugikan kita semua,” jelas dia.

Dia menyebut selaku pengurus Gakoptindo pihaknya sudah mengirim surat kepada pemerintah dan instansi terkait lainnya untuk mendapatkan solusi dan kesejahteraan produsen tempe dan tahu di seluruh Indonesia. (*)

Related Articles

Back to top button