Opini / Gagasan

Kebohongan Kisah KKN di Desa Penari, Ini Penjelasannya!

ENERGIBANGSA.ID – Kisah horor dan mistis memang menjadi daya tarik sendiri bagi masyarakat Indonesia. Entah di era lampau maupun era sekarang, kisah horor selalu mendapatkan tempat di hati masyarakat tanah air. Ada kisah bis hatu, ada kisah keluarga tak kasat mata, dan yang terbaru adalah KKN di Desa Penari.

Bahkan saking ramainya, hastag #kkndidesapenari bahkan menjadi trending topik di Twitter selama beberapa hari lalu.

Namun apakah Kisah KKN di Desa Penari adalah fakta? sebagaimana rakyat bangsa yang suka cerita horor, maka wajar jika banyak yang mengatakan iya, nyata. Namun beberapa orang di tim kami memiliki pendapat lain beserta argumennya.

Berikut tim redaksi energi bangsa mengulasnya untuk Anda.

[ Izzil Mala, Graphic Designer, santri tulen ]

“Aku percaya kisah KKN itu, meskipun ada yang bilang janggal tapi itu semua udah dijawab semua oleh si penulisnya di video klarifikasi. Si penulis emang tidak menulis secara apa adanya karena ada hal yang harus ditutupi itu menyangkut amanah si narasumber. Tapi terlepas dari lepas dari benar tidaknya, tapi kisah KKN itu lumayan bikin merinding yang baca dan cukup menghibur, ya minimal nambah obrolan kalau ketemu gebetan.”

[Aning Andari, Content Writer, Ecommerce Manager]
“Kalo aku sih sepakat sama teori konspirasinya Ryan Adriandhy. KKN di Desa Penari itu cuma gimmick marketing yang goals-nya adalah selling product buat penerbit Bukune dan trigger adsense-nya channel Radityadika, jadi buat aku kisah itu dibuat-buat, agar muncul isu, dan jualan laku.”

[ Siti Nurhayati, Communication Business Strategic ]

“KKN Desa Penari itu janggal, soalnya ini kejadiannya sudah lama tapi kenapa baru viral sekarang, dan ada beberapa clue yang tidak masuk akal mengenai jarak antar kota di dalam cerita. Ini cuma seni dan strategi marketing, it’s only business!

[ Yanuar Aris Budiarto, relation officer ]

“Kisah KKN di Desa Penari hanyalah kisah yang dibuat-buat untuk jualan. Sistem KKN-nya saja aneh. Sosial masyarakat yang diceritakan juga terkesan dibuat-buat, padahal eranya sudah era milenial, era internet. Saya yakin, penulisnya faham betul bahwa bangsa Indonesia secara umum memang menyukai konten-konten mistis, sehingga dibuatlah cerita, menjadi isu, ada trigger-nya, kemudian diklarifikasi di channel youtuber ternama, lalu jadi produk buku. Pikir saja, Bukune dan Radit itu satu cyrcle lho…”

Tanpa bermaksud melemahkan pihak manapun, dunia ghaib memang harus diimani bahwa memang nyata adanya. Namun dari kisah yang dibangun harus kita ukur dengan logika. Adakah sobat energi yang mau menambahi ?

Related Articles

Back to top button