Tim hakim sidang MK
Jajaran Hakim Agung pada sidang MK (foto detikcom)
Essai

Kebohongan Itu Kini Terbukti…

2

Ketua MK, Anwar Usman sebelumnya memastikan bahwa keputusan gugatan hasil Pilpres paling lambat digelar pada Jumat, 28 Juni 2019. Namun bisa jadi lebih cepat.

Di deretan kursi sidang nampak banyak raut wajah sedih, sidang sengketa Pilpres di MK hari ini boleh jadi adalah sidang yang akan sangat diingat oleh capres Jokowi.

Pasalnya, pagi ini, sembilan hakim agung MK memutuskan bahwa semua kecurangan pemilu yang dituduhkan BPN, yakni terstruktur, sistematif, dan masif oleh kubu Jokowi ternyata terbukti.

Upaya tim hukum Jokowi-Ma’ruf yang menghadirkan Candra Irawan dan Anas Nashikin sebagai saksi serta Prof Edward Omar Syarief Hiariej dan Dr Heru Widodo sebagai ahli dalam sidang hari ini ternyata tidak banyak membantu.

“semua hakim telah mendapati terjadi kecurangan yang terstruktur, sistematif, dan masif, dengan barang bukti berupa NIK palsu sejumlah lebih dari tujuh juta, atau lebih dari sepertiga selisih suara antara Jokowi dan Prabowo,” terang hakim MK

Ruang sidang langsung bergemuruh. Pendukung kedua kubu sama-sama berteriak. Pendukung kubu Jokowi berteriak protes, termasuk anggota Banser NU yang selama ini turut menjaga keadaan.

Sedangkan pendukung kubu Prabowo berteriak takbir sambil menunjukkan dukungannya terhadap putusan hakim. “Hidup hakim, hidup konstitusi !!” teriak mereka.

Anggota tim hukum Jokowi-Ma’ruf, Luhut Pangaribuan pun langsung menghubungi Jokowi agar segera merapat ke gedung MK tempat sidang berlangsung.

Jokowi, dengan ditemani beberapa staf kepresidenan, termasuk juga Mensesneg Pratikno dan komandan Paspampres Maruli Simanjuntak, langsung bertolak ke gedung MK. Padahal sedianya, sore ini, Jokowi harus rapat mendadak dengan Mendikbud membahas polemik sistem zonasi sekolah yang sempat menjadi isu nasional karena ditolak banyak pihak.

Sesampainya di gedung MK, nampak Anggota Banser NU sudah menunggu. Jokowi menyapa Banser tapi beliau nampak buru-buru masuk. Ia juga tak menghiraukan para wartawan yang langsung mengerubungi.

Para hakim agung menyambut Jokowi secara normatif, maklum dalam sidang sengketa tersebut statusnya merupakan calon presiden, bukan presiden. Setelahnya Luhut langsung memeluk Jokowi.

“Maaf, Pak. Ternyata memang ada kecurangan dalam proses pemilu kemarin. Hakim memutuskan Prabowolah yang kelak berhak dilantik jadi presiden.” kata Luhut.

Jokowi nampak tegar meski sorot matanya berkaca-kaca. Sembari menepuk pundak Luhut, ia berkata “Nggak papa, Pak Luhut, apapun keputusannya, kita harus menghormati putusan Hakim.”

Walau terlihat tegar dan menerima putusan hakim, namun Jokowi tampak tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Ia terlihat lelah dan duduk dengan terbungkuk.

Saat Jokowi duduk menunduk, dari belakang muncul Ketua MK Anwar Usman.

“Selamat Ulang tahuuuuuun!!!” katanya sembari membawa nampan dengan kue tart di atasnya lengkap dengan lilin angka 58.

Lagu ‘Selamat Ulang Tahun’-nya Jamrud yang legend itu langsung diputar.

Seluruh peserta sidang termasuk para saksi langsung berteriak kompak, “Yeeeeee, selamat ulang tahun, Pak Jokowi!”

Yak, Jokowi kena prank!!! Jokowi langsung tersenyum dan berujar “Asem tenan, idenya siapa ini?!!!”

“Idenya santri, pak… idenya Gus Mulyadi mojok.co” ucap mereka bersama.

Tak perlu berfikir soal kebohongan pilpres, apalagi kebohongan tulisan ini. Tulisan di atas bukan berita, ini hanya essai narasi fiktif dan imajinatif Agus Mulyadi mojok.co saja

Tolong artikel ini jangan dijadikan referensi, apalagi diajukan pada sidang sebagai barang bukti. Namun yang pasti, kami mengucapkan Selamat ulang tahun pada pak Jokowi.

Kami semua warga NU mencintaimu, Pak Jokowi-Kyai Maruf Amin. Jika tadi sempat deg-degan namun setelah membaca ini Anda bahagia, selamat syaraf otak dan otot Anda masih sehat.

Sumber : copaste dari mojok.co dan diedit biar lebih serius.

*Yanuar Aris Budiarto, santri NU asal Jepara

Komentar Netizen
Bagikan, agar menjadi energi positif untuk orang lain

Siap-siap! Dieng Culture Festival 2019 Akan Hadir Lagi

Previous article

Jokowi Ingin Anak Muda Jadi Menteri, Mampukah?

Next article

You may also like

2 Comments

  1. Asem ris ya. Tiwas serius nk ku moco..

  2. Dibuat video apik min.. hehe

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

More in Essai