fbpx
Daerah

Ke Batang, Bahlil: Proyek Kawasan Industri Batang Harus Libatkan Pengusaha Lokal

BATANG, energibangsa.id — Dilansir dari Antara (17/10), Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia berpesan agar proyek pembangunan infrastruktur Kawasan Industri Terpadu (KIT) Kabupaten Batang, Jawa Tengah, melibatkan pengusaha lokal untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi setempat.

“Saya berpesan kalau ada sub kontraktor lokal dan khususnya dari Kabupaten Batang. Jangan ambil dari luar daerah karena hal itu menjadi komitmen dalam hal membangun perekonomian. Itu juga bertujuan menjadikan daerah ini sebagai pusat perputaran ekonomi,” kata Bahlil dalam kunjungannya ke KIT Batang, di Batang, Sabtu (17/10) sore.

Percepatan peningkatan ekonomi

Bahlil Lahadalia mengatakan progres pembangunan infrastruktur Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang, masih kurang maksimal.

“Oleh karena, kami datang ke KIT Batang untuk melakukan koordinasi supaya pembangunan infrastruktur guna mempercepat peningkatan perekonomian berjalan optimal,” katanya.

Menurutnya, saat ini KIT Batang sudah menjadi incaran investor, bahkan sudah ada beberapa investor melirik KIT untuk menanamkan modalnya di daerah itu.

“Oleh karena, percepatan pembangunannya harus cepat dilakukan karena sudah ada empat investor yang melirik KIT Batang,” katanya.

Bahlil menyebutkan sejumlah investor yang sudah berkoordinasi dengan BKPM tersebut antara lain dari Korea Selatan, China, dan pengusaha dalam negeri yang bergerak di bidang nikel.

Pada tahap awal, kata dia, KIT Batang akan menjadi tempat untuk industri hilirisasi nikel menjadi baterai, kemudian industri kaca yang berorientasi ke ekspor di mana 80 persen produknya akan dikirim ke luar negeri.

Ia mengatakan bahwa KIT Batang akan menjadi pusat ekosistem bisnis kecil hingga tingkat industri besar.

Karena itu, KIT Batang akan dibangun ekosistem usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Jadi KIT Batang, nantinya akan menjadi penghubung industri kecil hingga besar,” katanya.

Terkait Proyek Strategis Nasional (PSN) untuk KIT, Bahlil menambahkan hal itu segera diputuskan karena tinggal menunggu penyelesaian administrasi saja. (*)

Related Articles

Back to top button