fbpx
Ragam Bangsa

Kasihan, Stop Menembak Orangutan dan Satwa Liar!!

ENERGIBANGSA.ID—Yayasan Orangutan Sumatera Lestari-Orangutan Information Centre (YOSL-OIC) memprediksi tingkat ancaman terhadap spesies orangutan diprediksi terus meningkat.

Untuk itu, mereka menilai, konservasi terhadap satwa dilindungi tersebut terus dilakukan secara serius.

Direktur YOSL-OIC, Panut Hadisiswoyo mengatakan, tingkat ancaman terhadap orangutan didominasi oleh tingkat perambahan habitat Orangutan.

Tak hanya itu, selain orangutan ancaman kepada satwa dilindungi lainnya juga masih tinggi.

Kasihan, Stop Menembak Orangutan dan Satwa Liar!!
Sumber: Twitter @HopeOrangutan

Buka hutan yang terus bereskalasi

Panut, seperti ditulis Jawa Pos, (22/1/2019) juga menyoroti kegiatan buka hutan yang terus bereskalasi di 2019. Artinya, tingkat fragmentasi habitat satwa juga semakin tinggi.

“Ada potensi bukaan hutan yang berpotensi menambah tingkat ancaman. Misalnya, Jalan Karo-Langkat itu sudah di Hot-Mix. Kalau tidak ada pengawasan yang ketat, maka akan ada perambahan di sekitar jalan dan sebenarnya sudah terjadi di Tahuranya,” bebernya.

Menyambung statemen Direktur YOSL-OIC, Panut Hadisiswoyo itu, komunitas pecinta orangutan dan satwa liar Hope of Orangutan angkat bicara lewat akun Twitternya.

@HopeOrangutan buka suara!

Komunitas pemilik akun @HopeOrangutan itu menyorot fenomena penembakan orangutan oleh oknum tak bertanggungjawab.

Kasihan, Stop Menembak Orangutan dan Satwa Liar!!
Sumber: Twitter @HopeOrangutan

“Lantas ketika orangutan tergusur dari habitatnya, mereka bingung mencari makan dan seringkali masuk ke areal perkebunan atau pertambangan, seperti 2 orangutan yg pernah viral di Sangata beberapa waktu lalu!”, cuit akun @HopeOrangutan itu

“Sedihnya banyak kasus orangutan tersesat seperti itu, terkadang mereka justru ditembak dan dibunuh, karena dianggap hama!”, sambungnya.

“Parah banget, udah habitatnya diambil manusia, otan sekedar mampir ke habitat yg dulu justru diperlakukan secara biadab!”, tulis @HopeOrangutan dengan perasaan geram.

Komunitas itu juga menyatakan keprihatinannya. Pasalnya, senapan angin masih ‘umum’ digunakan oleh masyarakat dan justru dipergunakan secara tidak wajar!!

“Kenapa justru orangutan yang jelas-jelas dilindungi justru menjadi korban, dan dianggap hama??!”, ujarnya.

Akun @HopeOrangutan juga mengajak masyarakat yang penasaran atas teror senapan angin, komunitas itu meminta untuk mencek fakta yang terjadi.

@HopeOrangutan juga menyatakan bahwa tak hanya orangutan yang menjadi ancaman senapan angin. Melainkan satwa-satwa liar lainnya seperti Kukang.

Kasihan, Stop Menembak Orangutan dan Satwa Liar!!
Sumber: Twitter @HopeOrangutan

“Masih penasaran? Yakk, senapan angin juga berada di sekitar kita! Bahkan masih sering digunakan untuk sekedar ‘berburu’ dan ‘iseng’!”, tegasnya.

“Nggak cuma satwa liar, tapi domestik pun bisa mereka lakukan! Gila kan?”, lanjutnya.

“Ini contohnya, senapan angin digunakan juga buat nembakin hewan domestik kayak kucing, parah banget!”, pungkasnya. (*)

Related Articles

Back to top button