Kabar Indonesia

Kapitalisasi Mitos Nyi Roro Kidul

ENERGIBANGSA.ID – Dalam sekejap nama Nyi Roro Kidul menjadi viral kembali. Wow.. rupanya eyang Google tergelitik setelah seorang netizen bernama Alfi Syahr membuat undangan acara untuk menyerbu Pantai Parang Tritis dengan mengenakan baju hijau di laman media sosial Facebook.

Lazim kita ketahui bersama bahwa Nyi Roro Kidul merupakan sebuah nama yang sangat masyhur oleh predikatnya sebagai Ratu Pantai Selatan. Namanya pun abadi bersama mitos dan berbagai versi sejarah asal-usulnya.

Memandang Nyi Roro Kidul dalam versi kearifan lokal mitologi Jawa agaknya menjadi musuh bagi kaum urban yang didominasi kritikan bernuansa akademis, selain itu gejolak pergulatan ideologi keagamaan juga turut mengambil peran dalam hal ini. Walhasil, apapun itu, Sang Ratu tetaplah primadona untuk menarik minat massa. Ya… tentunya bukan untuk demo ke MK ya, sobat energi.

Kembali ke topik kapitalisasi Sang Ratu memang tak bisa dihindari sejak dahulu. Dari penelusuran tim energibangsa.id menunjukkan sejak era Panembahan Senopati mendirikan Mataram Islam sampai Suzanna naik daun sebagai ikon artis Ratu Pantai Selatan.

Tak berhenti di situ, aset yang dihasilkan dari sosok makhluk astral yang dikenal kecantikannya pun menginspirasi seorang pelukis ternama, Basuki Abdullah.

Lulisan Nyi Roro Kidul karya Sang Maestro Pelukis ini kemudian menjadi koleksi Presiden Sukarno dan disimpan di Istana Presiden Yogyakarta. Dari sana, lukisan Basuki Abdullah turut menjadi bertuah, ia menjadi legenda pelukis Indonesia.

Namun demikian, seperti diketahui khalayak, hal tersebut bukannya tanpa efek samping. Sebab, hampir semua model yang dijadikan Basuki Abdullah sebagai inspirasi untuk menggambarkan sosok Nyi Roro Kidul ke dalam lukisan menderita penyakit ganas yang bahkan nyawanya turut melayang.

Demi mendengar kabar tersebut, Basuki Abdullah tak lantas begitu saja percaya. Ia kembali mengulang dengan model lain yang dianggapnya mewakili kecantikan Ratu Pantai Selatan. Hal tersebut terulang hingga tiga kali, dan sejak itulah Sang Maestro tak lagi menggunakan model untuk lukisan Nyi Roro Kidul. Kabar tersebut bukannya kabar burung lho gaes…

Kita mesti sadar bahwa kita tidak bisa memahami cerita dari mendengar kicauan burung. Ini diungkapkan putri kedua Cecilia Shidawati, putri kedua mendiang Basuki Abdullah yang tayang di acara Silet RCTI, Kamis (29/11/2018) lalu.

Sobat energi penasaran dengan kecantikannya kan? meskipun tak pernah ikut kontes Ratu Kecantikan Sejagad, yang jelas Ratu Pantai Selatan sangat diyakini kecantikannya, meski itu sebatas mitos dan fakta.

Related Articles

Back to top button