fbpx
Kesehatan

Kamu Berkeringat Saat Makan? Waspada!!

ENERGIBANGSA.ID—Sering berkeringat saat kamu sedang makan? Hal ini ternyata merupakan sinyal yang dikirimkan oleh tubuh.

Saat makan, tanpa disadari beberapa orang akan mengeluarkan banyak keringat. Paling sering terjadi saat kita sedang menyantap makanan pedas atau panas.

Ternyata berkeringat saat makan bukan hanya disebabkan makanan yang dikonsumsi.

Berkeringat saat makan juga bisa menjadi sinyal yang diberikan oleh tubuh atau bahkan gejala suatu penyakit.

Berikut 5 alasan di balik berkeringat saat makan seperti dikutip dari Livestrong :

1. Makanan Pemicu Keringat

Menurut Hyperhidrosis Society, beberapa makanan memang bersifat memicu produksi keringat saat dikonsumsi.

Makanan-makanan itu antara lain kopi, coklat, makanan pedas atau asam, makanan panas, alkohol dan hidangan manis. Jika tidak ingin berkeringat, usahakan menghindari konsumsi makanan tersebut.

2. Sindrom Frey

Sindrom Frey atau Frey Syndrome adalah kondisi langka yang akan terjadi pada seseorang setelah menjalani operasi di sekitar kelenjar parotid atau kelenjar ludah yang berada di bawah telinga.

Kondisi ini dialami pasien yang baru saja menjalani operasi kelenjar parotid, meskipun jarang namun tetap mungkin terjadi.

Sindrom frey biasanya hanya terjadi di salah satu sisi wajah saja.

3. Kerusakan Neuropati

Kerusakan neuropati bisa disebabkan penyakit diabetes.

Orang yang memiliki neuropati otonom diabetes mungkin akan berkeringat di dahi, sekitar wajah, kepala dan leher setelah mengunyah makanan.

Dalam hal ini, saraf akan merangsang keringat ketika mereka seharusnya tidak berfungsi seperti itu. Hal ini akan terjadi ketika pasien diabetes mengunyah bahan makan tertentu, terutama keju.

4. Indikasi Herpes Zoster

Berkeringat saat makan salah satunya bisa disebabkan oleh reaktivasi virus.

Virus yang mungkin reaktif yaitu varicella-zoster yang biasanya menyebabkan cacar air.

Kamu mungkin akan berkeringat di kedua sisi wajah, leher dan dada.

Kondisi ini juga dikenal dengan hiperhidrosis sekunder oleh Hyperhidrosis Society.

Perawatan untuk mengatasi virus ini bisa dilakukan secara medis.

5. Gejala Penyakit Parkinson

Parkinson merupakan gangguan otak progresif. Ciri-ciri yang ditimbulkan biasanya gemetar, sulit berjalan hingga mempengaruhi keseimbangan.

Gangguan otak ini juga berkaitan dengan produksi keringat pada tubuh. Biasanya berkeringat saat makan yang dialami oleh penderita parkinson ini merupakan efek samping pengobatan medis yang dilakukan.

Hal ini hanya bisa ditangani dengan perawat medis khusus secara intensif.

Efek berkeringat saat makan yang dialami oleh penderita parkinson bisa dikendalikan oleh ahli yang memahami kondisi pasiennya. (Nicola/EB)

Related Articles

Back to top button