Pojok BangsaReligius

Kami Bersama Gus Muwafiq

ENERGIBANGSA.ID – Social media Indonesia di kalangan Nahdliyin mendadak ramai tagar #KamiBersamaGusMuwafiq sejak penceramah KH Ahmad Muwafiq atau yang sering disapa Gus Muwafiq tengah dikritik khalayak atas pernyataannya tentang masa kecil Nabi Muhammad yang disebut Gus Muwafiq rembes dan ‘tidak kerumat’ oleh kakeknya.

Pernyataan ‘Nabi Muhammad rembes’ itu disebarkan oleh pihak tertentu dalam bentuk video berdurasi 49 detik. Gus Muwafiq pun mengklarifikasi melalui video yang berdurasi 2,35 menit. 

Dai berambut gondrong itu mengapresiasi jamaah umat Islam karena telah diingatkan atas pernyataan kontroversialnya. Ia menyatakan sangat mencintai Rasulullah.

“saya sangat mencintai Rasulullah. Siapa kaum Muslimin yang tidak ingin Rasulullah?” kata Gus Muwafiq, Senin (2/12) sebagaimana dikutip oleh nu.or.id

Tagar Kami Bersama Gus Muwafiq

Dari pantauan tim energibangsa.id, umat Islam Indonesia kembali terbelah, ada yang kubu ‘kompor gas’ memanas-manasi suasana ricuh ini dengan mengajak umat untuk mem-bully dan melaporkan Gus Muwafiq ke polisi.

Ada pula umat Islam yang stay calm dan lebih memilih untuk memahami konteks, referensi, dan cara berfikir Gus Muwafiq.

Gus Zaen, salah satu netizen Indonesia menjelaskan kejanggalan kasus Gus Muwafiq dalam statusnya facebooknya.

Dia mempertanyakan suatu hal, ketika pengagungan kaum Nahdliyin kepada Nabi Muhammad dianggap sesat oleh sekelompok orang, riwayat dan puji-pujian Kanjeng Nabi melalui sya’ir Barzanji ataupun Maulidud Diba’ dianggap syirik bahkan kafir oleh kelompok itu.

Bahkan sekedar menyebut “Sayyidina” saja dianggap bid’ah sesat. Kenapa sekarang Gus Muwafiq yang menjelaskan sisi kemanusiaan Nabi Muhammad sebagaimana manusia umumnya berdasarkan kitab Ar-Rohiq al-Makhtum justru disudutkan?

“Tiba-tiba saja ada seorang Kyai yang menjelaskan tentang Siroh Nabi dari sisi kemanusiannya yang bersumber dari Kitab Ar-Rohiq Al-Makhtum, Eee.. tiba-tiba kelompok yang tadinya kontra Barzanji, Maulid dan Diba’ mendadak setuju dan mengamini dengan apa yang tertulis di dua karya sya’ir itu, mereka menyebut dan mengulang-ulang puji-pujian itu,” tulis Gus Zaen dalam status facebook-nya.

Banyak umat Islam mempertanyakan kasus ini, karena jika dirunut sejarahnya ternyata banyak statemen kontroversial oleh ustadz lain.

Ustadz Abdul Somad pernah menyebut Nabi tidak bisa mewujudkan rahmatal lil alamiin; namun mereka mingkem.

Ustadz Evie Effendi bilang Nabi sesat; mereka mingkem. ustadz Khalid Basalamah bilang orang tua nabi kafir; mereka mingkem.

Giliran gus Muwafiq bilang nabi lahirnya biasa saja, waktu kecil rembes ikut mbahnya; mereka mencak-mencak seakan benar-benar cinta kepada kanjeng nabi Muhammad.

Mereka lupa, padahal umat yang protes itu adalah orang yang menganggap merayakan maulid itu bidah.

Jangan-jangan mereka sebenarnya tidak cinta kanjeng nabi; namun mereka hanya benci ulama-ulama NU. Semoga saja ini salah persepsi saja. Mari jaga persatuan dan kesatuan, umat Islam tak perlu terpecah belah.

Related Articles

Back to top button