fbpx
Kabar Indonesia

Kamala Harris, Perempuan Campuran Afrika-Asia Pertama yang Jadi Wapres AS

WASHINGTON DC, energibangsa.id—Wakil Presiden terpilih,Kamala Harris, ialah perempuan pertama dalam sejarah Amerika Serikat. Kamala dipastikan menjadi pendamping Joe Biden setelah penghitungan suara memastikan kandidat Partai Demokrat itu memenangi pemilihan, Sabtu (7/11) siang waktu setempat.

Harris juga menjadi perempuan campuran Afrika-Asia pertama yang menduduki jabatan politik nomor dua paling penting di negara itu.

Perjalanan karirnya

Saat ini dia merupakan senator mewakili California sejak 2017. Dia juga pernah menjabat sebagai jaksa agung di negara bagian tersebut, untuk menunjukkan bahwa Harris memang bukan orang sembarangan di jagat politik Amerika.

Ibunya, Shyamala Gopalan, lahir di Chennai, India, dan bermigrasi ke AS untuk mendapatkan gelar doktor di University of California, Berkeley. Sementara ayahnya adalah seorang keturunan Jamaika.

Harris disebut-sebut sebagai sosok pengganti Barack Obama, yang juga menorehkan sejarah sebagai presiden kulit hitam pertama Amerika.

Seperti Obama, yang campuran kulit hitam dan kulit putih, riwayat keluarga ini memungkinkan Harris untuk berbaur ke berbagai kelompok identitas dan menggapai kantung-kantung suara yang lebih beragam.

“Saya sudah cukup lama mengenal Senator Kamala Harris. Dia lebih dari siap untuk menjalankan tugas ini (wakil presiden)”, ujar Obama.

Pembela keadilan

“Dia menghabiskan karirnya untuk membela konstitusi dan orang-orang yang butuh keadilan. Ini hari yang baik untuk negara kita, dan mari kita menangkan,” tulis Obama di Twitter.

Kehadiran Harris seperti penawar melawan petahana Donald Trump yang mengusung retorika anti-imigran.

Harris bukan orang sembarangan, ditilik dari latar belakang ibunya. Kakeknya dari garis ibu adalah salah satu pejuang kemerdekaan India dan pernah menduduki jabatan setara menteri luar negeri.

Dia adalah mantan jaksa wilayah San Fransisco, jaksa agung negara bagian California dan kemudian terpilih sebagai senator  berkat kepiawaiannya berorasi dan pemahamannya yang sangat mendalam soal hukum.

Harris adalah cawapres perempuan ketiga dalam sejarah AS, setelah Geraldine Ferraro (Partai Demokrat) pada 1984 dan Sarah Palin (Partai Republik) pada 2008. (dd/EB)

Related Articles

Back to top button