fbpx
Kabar Daerah

Kakanwil Kemenag Jateng Ajak Tokoh Umat Beragama dan Masyarakat Memberikan Pesan yang Sejuk

MAGELANG, energibangsa.id—Kakanwil Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Jawa Tengah, H. Musta’in Ahmad, SH., MH mengajak masyarakat Jawa Tengah berpegang teguh pada jati diri bangsa Indonesia.

Hal itu diungkapkan di sela-sela acara “Silaturahmi Kebangsaan: Gerbang (Gerakan Kebangsaan) Watugong” yang diinisiasi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Jawa Tengah beserta elemen keagamaan se-Jawa Tengah bertempat di Hotel Grand Artos Magelang, Sabtu (21/11).

Menurut Musta’in, masyarakat harus berpegang pada jati diri, sebagai sebagai bangsa Indonesia, bangsa yang beragama, mengembangkan kehidupan yang saling asah, asih dan asuh.

“Kita saling menguatkan, bergotong-royong, itu adalah watak dasar kita. Kita patut bersyukur, dikarunia Tuhan agama. Dan apapun agama yang kita peluk pasti mengajarkan tentang kebaikan, kerukunan, persatuan dan tolong-menolong. Justru itu yang harus kita kuatkan untuk berhadapan dengan dunia luar”, jelas Musta’in saat ditemui tim energibangsa.id.

“Jika hari ini dunia global diam atas fenomena yang terjadi di kita. Pasti dunia global punya kepentingan untuk mengambil keuntungan dari berbagai keunggulan di Indonesia”, lanjutnya.

“Itu tak boleh terjadi kalau kemudian menggunakan kekuatan kebaikan kita untuk hal-hal yang tak baik”, harapnya.

Agama jadi ‘payung’ kehidupan

Kepala kanwil Kemenag Jateng yang belum lama ini dilantik mengungkapkan bahwa agama harus menjadi payung, guiding, bagi tercapainya tujuan hidup dalam berbangsa dan bernegara melalui bimbingan agama.

“Saya berharap pada kita semua, umat beragama, tokoh umat agama, untuk bisa memberikan pesan yang sejuk, optimisme dan persaudaraan. Kita bersama-sama mencari solusi pada persoalan-persoalan kebangsaan yang muncul bervariasi dan terus berkembang”, ungkapnya.

“Dengan keagamaan dan gotong-royong sebagai watak dasar kita. Insyaallah semua persoalan dapat kita hadapi bersama. Kuncinya adalah saling menghormati, saling menghargai dan rukun”, pungkasnya. (*)

Related Articles

Back to top button