Essai

Kado Untuk Pak Jokowi

0

Jumat, 21 Juni 2019 merupakan hari yang biasa saja untuk saya. Hanya berada di coworking space bersama rekan-rekan, mengerjakan beberapa hal melalui komputer jinjing, sambil sesekali meneguk es kopi susu layaknya muda-mudi startup saat ini. Tak ada yang istimewa.

Sebagai selingan, saya menambah tab baru lalu membuka media sosial Twitter untuk mengetahui ada ribut-ribut atau lucu-lucuan apa hari ini.

Scrolling

Scrolling

Scrolling

Ternyata di linimasa masih banyak yang membahas sidang sengketa pilpres, thread bisnis jasa titip (jastip), video kucing-kucing lucu, dan kisah pengakuan perilaku seksual dari para pengguna Twitter. Kurang menarik.

Tapi kemudian saya menemukan satu pembahasan yang menjadi trending topik tak hanya di Indonesia namun di dunia.

Setelah saya baca, rupanya Pak Joko Widodo (Jokowi), Presiden Republik Indonesia sedang berulang tahun hari ini. Pakde Jokowi, begitu beliau disapa oleh warga Twitter, mendapat ribuan bahkan mungkin jutaan ucapan selamat ulang tahun pada akun resminya. Ada yang mendoakan, ada pula yang menjadikannya bahan gurauan.

Lucunya, yang menjadikan beliau sebagai bahan gurauan itu adalah anaknya sendiri, Kaesang Pangarep. Menanggapi cuitan dari Agus Mulyadi, ia mengaku ingin “mengerjai” ayahnya dengan mengikatnya di pohon kemudian mengguyurnya dengan tepung seperti kelakuan anak-anak sekolah ketika memberi kejutan untuk temannya yang berulangtahun.

Namun ia takut, katanya.

Haha, ada-ada saja.

Berani sekali “infrastruktur senam multitalenan” itu mengerjai orang nomor satu di negeri ini. Lagipula, jika hal itu sampai terjadi pasti Kaesang akan mendapat “serangan” dari para anggota Jan Ethes Fans Club.

Tahun ini Pak Jokowi berusia 58 tahun. Dua kali menjabat sebagai Walikota Solo, kemudian menjadi Gubernur DKI Jakarta, Pak Jokowi lantas meraih jalan mulus menjadi pemimpin dari negara yang mayoritas penduduknya lebih takut fallin’ love with people they can’t have daripada takut tidak bisa membayar pajak.

Bu Sri Mulyani, marahin aja, tuh!

Terlepas dari perseteruan 01 dan 02, secara pribadi saya kagum pada kakek Sedah Mirah itu. Sosoknya begitu sederhana, rendah hati, dan dekat dengan rakyatnya. Saya rasa jaman KKN dulu Pak Jokowi tidak pernah menjadi bahan gunjingan warga setempat karena tidak pernah srawung (bersilaturahmi).

Beberapa hasil kerja yang dapat dirasakan oleh banyak orang adalah adanya Kartu Indonesia Pintar (KIP) untuk anak sekolah, Kartu Indonesia Sehat (KIS) untuk pemeliharaan kesehatan rakyat, dan terbangunnya berbagai infrastruktur baru yang membuat roda perekonomian menjadi berputar dengan lebih baik.

Pada musim lebaran 2019 ini saja tidak banyak media yang memberitakan tumpukan kemacetan selama masa mudik. Dikabarkan jalanan lebih lancar dan nyaman.

Yang paling heboh, tahun 2018 lalu akhirnya Indonesia berhasil mengambil kembali 51 persen saham Freeport melalui PT Inalum. Begitupula dengan Blok Mahakam dan Blok Rokan yang kini dikelola oleh PT Pertamina.

Walaupun keluarga saya mendapat kado kurang menyenangkan selama masa pemerintahan Pak Jokowi dengan naiknya tarif pajak bumi dan bangunan (PBB), namun beberapa contoh hasil kerja beliau yang saya sebutkan di atas merupakan suatu kado yang cukup indah untuk negeri ini.

Seperti pada liputan kejutan ulang tahun yang diberikan oleh para pewarta, Pak Jokowi mengaku tidak pernah merayakan ulang tahunnya. Apalagi mendapat hadiah. Kalau begitu, bagaimana jika kita berandai-andai dapat memberi kado balasan untuk Pak Jokowi sebagai bentuk apresiasi?

Jika diberi kesempatan, saya ingin memberikan beberapa hadiah berikut untuk ayah dari Kahiyang Ayu itu.

Kemeja Salur Korea

Ilustrasi: Gong Yoo

Layaknya Mark Zuckerberg yang selalu memakai kaos berwarna abu-abu, saya perhatikan Pak Jokowi juga sering mengenakan outfit kemeja putih atau kemeja batik. Seperti ketika sedang blusukan ke pasar, kunjungan kerja, dan beberapa agenda lain. Apa tidak bosan, Pak?

Sebagai salah satu pengamat amatir K-Fashion, saya ingin memberikan kemeja salur khas Korea ini pada Jokowi sebagai referensi berbusana. Bayangkan ketika Pak Jokowi sedang blusukan ke area laut meninjau para nelayan menggunakan kemeja garis-garis ini. Dengan lengan baju yang digulung sesiku, Pak Jokowi akan nampak seperti ahjussi di serial Goblin. Duh, kiyowo!

Selang Air

Seperti yang kita ketahui, jadwal Presiden pasti sangat padat. Melihat hal itu kadang saya berpikir, Pak Jokowi pengin jadi bapak-bapak komplek nggak, ya?

Ilustrasi: Menyirami tanaman

Nah agar Pak Jokowi dapat menjiwai peran bapak-bapak pada umumnya, saya ingin memberikan selang air pada beliau. Jadi ketika pagi hari selepas salat subuh Pak Jokowi mengenakan kaos oblong atau singlet berwarna putih kemudian mengambil selang dan menyirami tanaman di halaman rumahnya. Dilanjut dengan kegiatan menyiram air got ke jalanan lalu menyeruput secangkir kopi dan menikmati sunrise dengan membaca koran pagi. Aih, sedap!

Tiket Konser Lord Didi

Pak Jokowi diketahui memiliki selera musik yang cukup cadas. Pernah saya membaca berita tentang Pak Jokowi yang menonton konser band rock Guns N’ Roses hingga derap lagu disko pada acara We The Fest. Wow, menarik.

Tapi bagaimana jika Pak Jokowi menonton konser Lord Didi Kempot? Penyanyi campursari yang belum lama ini mendapat julukan The GodFather of Broken Heart memiliki lagu-lagu dengan lirik yang begitu menyayat hati.

Didi Kempot

Kebetulan Pak Jokowi berasal dari Solo. Menyaksikan konser Lord Didi bersama para anggota Surakarta Sad Boy Club tentu akan terasa lebih syahdu. Pak Jokowi dapat melepaskan penatnya selama memimpin negeri ini dengan larut dalam alunan lagu Gusti Ora Sare. Mungkin dengan hal ini beliau dapat menyamarkan tangisnya, hehe.

Nah itu lah beberapa kado yang ingin saya berikan pada Pak Jokowi. Kalau Anda?

Komentar Netizen
Bagikan, agar menjadi energi positif untuk orang lain

Siapkan Koper! Harga Tiket Pesawat Akan Segera Turun

Previous article

Ingin Cepat Punya Rumah Sendiri, Baca Doa Ini

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

More in Essai