Kabar Indonesia

Kado Spesial Jakarta pada HUT 492

0
HUT Jakarta 2019

ENERGIBANGSA.ID – Kota Jakarta mendapatkan kado spesial di hari jadinya yang ke 492, sabtu (22/06). Kado tersebut berupa penurunan angka tingkat kemacetan yang terjadi di kota tersebut. Informasi ini di dapat dari hasil survei  yang dilakukan Tom Tom Traffic index pada periode tahun 2018. Hasil tersebut diliris oleh lembaga pengukur kepadatan kendaran di kota-kota dunia ini melalui laman resminya Tom tom.com,  pada senin (17/6).

Dari hasil survei tersebut , sebagaimana dilansir energibangsa dari liputan6.com, dapat  diketahui tingkat kemacetan di jakarta mengalami penurunan cukup besar hingga mencapai delapan persen. Pada tahun 2017 tingkat kemacetan jakarta berada dikisaran 61 persen. Akan tetapi di tahun 2018 turun menjadi 53 persen.

Penuruan ini menjadi angka yang paling besar dibandingkan dengan kota-kota lainnya yang masuk  dalam survei. Angka ini pun menempatkan ibu kota Indonesia ini berada  di peringkat 7. Pada mulanya di tahun 2017 kota  jakarta berada di peringkat  4  kota paling macet di dunia. Peringkat tersebut dibuat berdasarkan data yang diambil oleh Tom Tom traffic index dari 403 kota dengan 56 negara berbeda.

Pencapaian ini pun lantas mendapat apresiasi dari banyak pihak. Salah satunya datang dari mantan menteri era Orde baru, Emil Salim yang mengapresiasi kemajuan jakarta beberapa waktu terakhir.

Menurutnya, saat ini kemacetan yang terjadi di ibukota indonesia sudah dapat  diatasi satu persatu. Hal tersebut dilihat dari modernisasi moda angkutan transportasi yang ada di jakarta.

“Ini kota bukan 100 ribu penduduk tapi jutaan penduduk. Sekarang kemacetan sudah berkurang. Modernisasi angkutan sudah ada kemajuan. Maka itu patu dihargai,” tandasnya ketika menikmati perayaan HUT jakarta ke 492 seperti yang dikutip energibangsa.id dari detik.com Sabtu (22/6).

Sementara itu, pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta, Sigit Wijatmoko, memaparkan bahwa setidaknya penurunan tingkat kemacetan jakarta disebabkan oleh 8 alasan. Semua hal tersebut terkait dengan pengembangan transportasi umum dan penganturan lalu lintas yang telah dilakukan oleh Gubernur dan Pemprov DKI.

“Bahwa hasil survei Tom Tom tersebut adalah berdasarkan perkembangan pembangunan di bidang transportasi oleh Gubernur atau Provinsi DKI,” kata sigit yang dikutip energibangsa.id dari Jawapos.com.(17/6).

Adapun delapan alasan penurunan tingkat kemacetan jakarta seperti yang di paparkan oleh sigit yaitu, beberapa under pass dan fly over yang dibangun, penutupan perlintasan sebdang kereta api, kebijakan ganjil genap yang diperluas are dan waktunya, re- design Jalan MH Thamrin dan sudirman sehinggan semakin lebar tanpa adanya jalur lambat

Lebih lanjut, adanya program Jaklingko yang merangkul angkutan umum dalam manajemen Dishub DKI sehingga tidak lagi ngetem sembarangan karena sudah mengacu pada sistem ruliah per kilometer, membuka rute-rute baru untuk area layanan Transjakarta, menugaskan Transjakarta untuk integrasi dengan angkuta perkotaan dan mewadahi program Jaklingko, dan bersama dengan stake holder terkait baik BPTJ maupun Dishub di kawasan Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (BODETABEK) mengembangkan transportasi dari dan ke daerah pemukiman ke kota serta ke bandara.

Sigit pun berharap untuk survei kedepannya (2019-red) bisa terjadi penurunan kemacetan lagi di jakarta. Apalagi di tahun 2019 ini transportasi umum sudah semakin banyak. Moda Rapid Transit (MRT) sudah beroperasi dan disusul oleh LRT yang segera melakukan uji publik.

Dirinya juga mempercayai bahwa survei yang dilakukan Tom Tom Traffic index sahih dan dapat dipertanggungjawabkan. Sebab, dalam melakukan survei ada nilai-nilai ilmiah yang digunakan Tom tom traffic index.

Komentar Netizen
Bagikan, agar menjadi energi positif untuk orang lain

Amerika Siapkan Dana 50 Miliar Dolar untuk Palestina

Previous article

Go International, Bukalapak Luncurkan BukaGlobal

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.