jokowi kawasan industri batang
Presiden Jokowi melakukan peninjauan di lokasi Kawasan Industri Terpadu Batang (doc cnbc indonesia)
Ekonomi & BisnisNasional

Kabupaten Batang, Tempat ‘Jin Buang Anak’ Kini Jadi Karpet Merah Investor Dunia

0

ENERGIBANGSA.ID, BATANG – Kabupaten Batang terletak di bagian utara Provinsi Jawa Tengah, dahulu kala identik dengan Alas Roban yang terkenal akan keangkerannya sebagai tempat ‘jin buang anak’.

Alas Roban merupakan jalur tanjakan curam dan membelah hutan yang terletak di Kabupaten Batang. Jalur ini terkenal karena banyaknya cerita dan pengalaman mistis para pengendara yang melintasi jalur yang menghubungkan Batang dengan Semarang tersebut.

Namun di era pemerintahan Presiden Jokowi Jilid 2 ini, Batang rencananya akan disulap menjadi sebuah kawasan industri terpadu di Kecamatan Gringsing yang siap menampung pabrik-pabrik kelas dunia terutama yang akan relokasi dari China, Jepang, Korea. Presiden Jokowi sempat menyebut nama LG dari Korea.

Lantas seperti apa kondisi Batang saat ini? Mari kita simak bersama!

Mengenal Batang

Kabupaten Batang terletak di jalur pantura Jawa Tengah. Luasnya mencapai lebih dari 78 ribu hektare dan dihuni oleh lebih dari 700 ribu jiwa. Di sebelah barat, Batang berbatasan langsung dengan Kabupaten dan Kota Pekalongan.

Di bagian timur Batang berbatasan langsung dengan Kendal, sementara di sebelah selatan, Batang diapit oleh dua kabupaten yakni Banjarnegara dan juga Wonosobo.

kawasan industri batang

Sejak 2015-2019, pertumbuhan ekonomi (PDRB) Kabupaten Batang berada di atas 5%. Sektor yang memiliki kontribusi terbesar terhadap perekonomian Batang adalah industri pengolahan, pertanian, kehutanan dan pertanian serta perdagangan besar. Ketiga sektor tersebut menyumbang 68% dari total PDRB Batang.

Dari sektor industri, Kabupaten Batang juga bergantung pada sektor tekstil seperti halnya Kabupaten Pekalongan. Banyak tenaga kerja yang terserap di sektor ini.

Di sektor lainnya Batang juga dikenal dengan adanya Batching Plant untuk pembuatan Beton milik perusahaan BUMN terkemuka yakni PT Waskita Karya Tbk dan PT Waskita Beton Precast Tbk yang terletak di Kecamatan Tulis dan Kandeman.

Sementara lokasi Batang yang berbatasan langsung dengan laut di sebelah utara dan dataran tinggi di sebelah selatan memang cocok untuk industri agrikultur dan perikanan. Wajar saja jika sektor ini juga turut menggerakkan roda perekonomian Batang.

Lokasi Batang yang strategis terletak di jalur pantura serta dilalui tol Trans Jawa memang menjadi daya tarik tersendiri untuk dijadikan sebagai kawasan industri. Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan bahwa antara kawasan industri Brebes dan Batang nantinya harus terjadi sinergi.

Tak sampai di situ saja, Batang juga memiliki PLTU terbesar di Indonesia yang berkapasitas 2 x 1.000 megawatt. PLTU Batang yang dibangun oleh Special Purpose Vehicle (SPV) PT Bhimasena Power Indonesia yang beranggotakan J-POWER (34%), Adaro (34%), dan Itochu (32%) yang menelan investasi hingga Rp 56,7 triliun ini dikabarkan akan mengkonsumsi lebih dari 600 ribu ton batu bara dan menyerap lebih dari 6.000 tenaga kerja.

Keberadaan PLTU ini juga menambah keunggulan bagi Batang jika ingin disulap untuk menjadi kawasan industri. Maklum selain pembebasan lahan, akses terhadap listrik juga menjadi poin penting yang dipertimbangkan oleh investor asing ketika menanamkan modalnya ke Indonesia.

Meski tampaknya mentereng, Pemerintah masih punya PR besar jika ingin menyulap Batang menjadi kawasan industri terpadu.

Pemerintah harus benar-benar memastikan bahwa dampak ekonominya akan benar-benar terasa oleh masyarakat sekitar, melalui serapan tenaga kerja yang lebih baik, peningkatan pendapatan dan kesejahteraan yang lebih baik hingga tata kelola kota atau wilayah yang memperhatikan prinsip keberlanjutan.

Poin-poin tersebut merupakan hal yang harus diperhatikan betul oleh pemerintah sehingga antara masyarakat, investor hingga daerah sama-sama mendapatkan dampak positifnya.

Relokasi

Laporan Tim Riset CNBC tersebut menjadi sorotan warganet di sosial media. Seorang warganet bernama Arie Arfian, Kamis (2/7/2020) ikut membagikan tautan di akun Facebooknya dan berkomentar: Luar Biasa Memang JKW dahulu hutan yg angker , sekarang sudah maju pesat & akan disulap jadi Pusat Pabrik Dunia … waoow !

Sebelumnya dilansir Cnbcindonesia.com, Pandemi Corona virus Disease 2019 (Covid-19) di dunia telah membuat rantai pasok global terdisrupsi. Semua yang terlalu bergantung pada China harus merasakan akibatnya ketika Negeri Panda harus terkurung dalam lockdown selama kurang lebih dua bulan.

Semenjak kejadian itu, banyak perusahaan dan pabrik yang tidak ingin menggantungkan nasibnya pada China saja. Mulai ada yang melakukan relokasi ke berbagai tempat lain. Jelas ini menjadi kesempatan bagi Indonesia yang sedang ingin menggenjot investasi.

Menteri Koordinator Maritim dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Panjaitan melobi sana-sini agar ada yang mau relokasi pabriknya ke Indonesia.

Kawasan industri pun disiapkan. Awalnya Brebes, kini Batang. Harapannya pembangunan kawasan industri Batang ini digunakan untuk menampung relokasi pabrik-pabrik asal Amerika Serikat (AS), China, Jepang hingga Korea Selatan.

Menteri BUMN Erick Thohir langsung memerintahkan perusahaan-perusahaan pelat merah untuk membantu mengubah Batang menjadi kawasan industri yang layak untuk relokasi pabrik kelas dunia.

Setidaknya akan ada enam perusahaan milik negara yang terlibat dalam pengembangan Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang tersebut. Perusahaan-perusahaan tersebut antara lain PTPN III (untuk pembebasan lahan), PT Jasa Marga Tbk dan PT KAI (untuk transportasi), PT PLN (penyediaan listrik), PTPN IX (fasilitasi lahan) hingga PT PP dan PT KIW untuk pengembangan master plan.

Erick pun menuturkan alasannya mengapa Batang dipilih sebagai kawasan untuk perindustrian. “Kita ketahui lokasi yang prima dan memang ini merupakan satu kepemilikan di bawah PTPN IX. Jadi tidak ada isu relokasi atau mandeknya perizinan,” kata Erick Thohir di Batang, Selasa (30/6).

Pengembangan kawasan Batang dilaksanakan tiga fase, fase pertama 450 hektare, dan sudah siap nanti tinggal akses jalan tol dilakukan. Pihak kementerian PUPR akan mendukung dalam memasok fasilitas air, PLN akan memasok listrik, dan Pertamina memasok gas.

Karpet Merah Investasi Dunia

Para investor yang akan memasuki kawasan industri Batang, Jawa Tengah akan mendapatkan ‘karpet merah’. Ada sejumlah skema yang disiapkan pemerintah dalam menguatkan daya tawar, di antaranya memberi fasilitas lahan gratis ketika para investor dari luar negeri itu pertama kali masuk ke Indonesia.

“Iya, jadi sistemnya agak berbeda. Biasanya kita jual beli, kemarin-kemarin dibicarakan, apa mereka sewa, apa itu jadi justru insentif. Sehingga seperti mereka masuk dulu sekian tahun Anda free, setelah sekian tahun Anda baru membayar. Jadi sebenarnya ini akan jadi insentif yang cepat. karena kita nggak akan bicarakan harga tanah kalau posisi seperti ini,” kata Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo kepada CNBC Indonesia, Jumat (3/7).

Biar bagaimanapun warga Batang dan sekitarnya wajib berbangga, karena Kabupaten Batang yang dulu terkenal horor dan mistis karena alas robannya, kini mulai menjadi sorotan dunia karena menjadi salah satu tempat investasi kelas dunia.

Komentar Netizen
Bagikan, agar menjadi energi positif untuk orang lain

PKB Semarang Fasilitasi Para Santri Balik ke Pondoknya

Previous article

7 Keunggulan Mebel Jepara Dibanding Furnitur yang Lain

Next article

You may also like

Comments

Comments are closed.