Kabar Indonesia

Kabar Gembira! Pelaku Usaha di Kawasan Wisata Borobudur Buka Kembali

ENERGIBANGSA.ID (Magelang) – Para pengusaha UMKM di kawasan wisata Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah mulai membuka usaha mereka kembali.

Obyek wisata candi Borobudur Magelang, Jawa Tengah

Mengingat era kebiasaan baru sudah mulai diterapkan menyusul pembukaan kembali Taman Wisata Candi Borobudur beberapa waktu lalu.

Para pelaku usaha di kawasan wisata Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah mulai membuka usaha kembali di era adaptasi kebiasaan baru menyusul pembukaan kembali Taman Wisata Candi Borobudur beberapa waktu lalu.

Pemilik Pawon Luwak Coffee Prana Aji (58 tahun) mengatakan dirinya telah membuka kembali usahanya mulai pekan lalu yang sebelumnya tutup sekitar lima bulan.

“Kami tutup mulai awal Maret 2020. Sejak Februari 2020 itu sudah terasa mulai sepi dan kami tutup lima bulan lebih,” kata pemilik kedai kopi di sekitar Candi Pawon di Dusun Brojonalan, Desa Wanurejo, Kecamatan Borobudur, Selasa (11/8).

Ia menyampaikan dirinya memberanikan membuka kembali usahanya setelah melihat taman parkir Candi Borobudur mulai banyak mobil pengunjung.

“Kalau kita lihat taman parkir Candi Borobudur itu mobilnya agak banyak, sehingga saya nekat buka usaha kembali,” katanya.

Aji menuturkan meskipun belum banyak pengunjung, paling tidak sekarang ada pemasukan. Dalam seminggu kemarin tamu datang terutama pada Sabtu dan Ahad saja, sedangkan pada Senin-Jumat masih kosong.

“Pada Minggu kemarin kami dikunjungi beberapa artis dan anggota DPR RI. Saya merasa senang dengan kunjungan itu, kalau wisatawan dari luar kota mulai berdatangan artinya itu sudah kondusif, sudah aman. Kita berharap itu berlanjut, artis banyak followers-nya, mudah-mudahan diikuti oleh wisatawan yang lain,” katanya.

Sekitar tiga pekan lalu para pedagang di Sentra Kerajinan Makanan Borobudur (SKMB) Taman Wisata Candi Borobudur juga sudah mulai beraktivitas. Mereka berjualan secara bergiliran untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19.

“Kami berjualan secara bergiliran antara nomor kios genap dengan nomor kios ganjil sehingga kami berjualan dua hari sekali,” kata seorang pedagang SKMB Sri Winayah (50).

Menurut dia, selama berjualan saat pandemi Covid-19 penghasilannya menurun dibanding sebelum pandemi. Hal itu karena pengunjung belum banyak dan minat beli juga menurun.

Ia menyampaikan sebelumnya libur sekitar empat bulan dan tinggal di rumah saja sehingga tidak ada pemasukan.

“Mudah-mudahan corona segera berlalu dan kondisi ekonomi bisa pulih kembali,” katanya. (buddy/EB/republika.co.id).

Related Articles

Back to top button