fbpx
Nasional

Jokowi: Pelaku Kekerasan Seksual Anak Bisa Dikebiri dengan Kimia

ENERGIBANGSA.ID – Presiden Joko Widodo menetapkan Peraturan Pemerintah Nomor 70 Tahun 2020 mengenai Tata Cara Pelaksanaan Tindakan Kebiri Kimia, Pengumuman Identitas Pelaku Kekerasan Seksual pada Anak dan Pemasangan Alat Pendeteki Elektronik pada 7 Desember 2020.

Dalam Peraturan Pemerintahan, tata cara pelaksanaaan tindakan kebiri diatur pada bagian kedua. Tindakan kebiri kimia tidak berlangsung permanen, hanya dalam jangka waktu paling lama dua tahun.

Hal ini diatur dalam Pasal 5 yang mengatakan, “Tindakan Kebiri Kimia dikenakan untuk jangka waktu paling lama 2 (dua) tahun.”

Sebagaimana diatur dalam Pasal 7, tindakan kebiri juga harus melalui 3 tahapan sebelum adanya keputusan soal pengebirian yaitu penilaian klinis, pelaksanaan dan kesimpulan.

Penilaian klinis diberikan kepada pelaku kekerasan seksual kepada anak yang sudah terbukti bersalah, penilaian ini dilakukan oleh petugas yang punya kompetisi di bidang medis dan psikiatri.

Penilaian psikis

Tindakan Kebiri Kimia hanya bisa dilakukan jika direkomendasikan dalam penilaian klinis. Seperti diatur dalam Pasal 8, yaitu :

(1)Kesimpulan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 huruf b memuat hasil penilaian klinis untuk memastikan Pelaku Persetubuhan layak atau tidak layak untuk dikenakan Tindakan Kebiri Kimia.

(2)Kesimpulan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disampaikan kepada jaksa paling lambat 14 (empat belas) hari kerja sejak diterimanya pemberitahuan dari jaksa.

Selanjutnya, pelaksanaan tindakan kebiri kimia dilakukan setelah terpidana menjalani pidana pokok. Secara teknis pelaksanaan tindakan kebiri diatur dalam Pasal , yaitu :

a.pelaksanaan Tindakan Kebiri Kimia dilakukan setelah kesimpulan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 menyatakan Pelaku Persetubuhan layak untuk dikenakan Tindakan Kebiri Kimia;

b.dalam jangka waktu paling lambat 7 (tujuh) hari kerja sejak diterimanya kesimpulan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, jaksa memerintahkan dokter untuk melakukan pelaksanaan Tindakan Kebiri Kimia kepada Pelaku Persetubuhan;

c.pelaksanaan Tindakan Kebiri Kimia sebagaimana dimaksud dalam huruf b dilakukan segera setelah terpidana selesai menjalani pidana pokok;

d.pelaksanaan tindakan kebiri kimia dilakukan di rumah sakit milik pemerintah atau rumah sakit daerah yang ditunjuk;

e.pelaksanaan tindakan kebiri kimia dihadiri oleh jaksa, perwakilan dari kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang hukum, kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang sosial dan kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidng kesehatan;

f.pelaksanaan tindakan kebiri kimia dituangkan dalam berita acara; dan

g.jaksa memberitahan kepada korban atau keluarga korban bahwa telah dilakukan pelaksanaan tindakan kebiri kimia.

Opsi tak ada rekomendasi?

Apabila pelaku kekerasan seksual tidak mendapatkan rekomendasi untuk dikebiri, maka pelaksanaan kebiri kimia ditunda selama 6 bulan.

Selama masa penundaan tersebut akan dilakukan penilaian klinis ulang untuk memastikan apakah terpidana perlu atau tidak untuk dikebiri.

Setelah dilakukan penilaian klinis tetap tidak diberikan rekomendasi untuk dikebiri. Maka jaksa wajib memberitahukan hasil penilaian klinis ke pengadilan.

Peraturan presiden ini juga mengatur pemasangan alat deteksi elektronik kepada pelaku kekerasan seksual. Selain itu, identitas pelaku kekerasan anak juga bisa diungkap. (*)

Related Articles

Back to top button