fbpx
Nasional

Jokowi Ingin Wariskan Indonesia Sentris, Apa Maksudnya?

SEMARANG, energibangsa.id — Laporan Tahunan 2020 ‘Bangkit untuk Indonesia Maju’ yang dikeluarkan oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), menandai satu tahun kepemimpinan Jokowi bersama Ma’ruf Amin selaku wakilnya.

Melalui laporan tersebut, Jokowi menyampaikan adanya krisis pandemic COVID-19 ini tidak membuahkan kemunduran, serta mengemukakan model kepemimpinannya menerapkan Governing Government untuk rakyat Indonesia.

Dalam satu tahun pemerintahan pada periode pertama, Jokowi dengan tegas mengatakan bahwa dirinya akan menjadi The Governing President atau presiden yang memerintah Indonesia.

Hal ini dimaknai bahwa dalam lima tahun ke depan Jokowi akan membentuk The Governing Government atau pemerintah yang melayani masyarakat.

Fadjroel Rachman selaku Juru Bicara Presiden mengatakan bahwa laporan tersebut telah disebar ke seluruh Indonesia serta dapat diunduh secara online.

Ia menambahkan dalam laporan tahunan 2020, Presiden Jokowi pada intinya mengharapkan agar jajarannya bisa menyampaikan sejumlah komunikasi-komunikasi yang menumbuhkan persepsi positif dan menumbuhkan kepercayaan masyarakat kepada presiden maupun kepada Pemerintah

Presiden Jokowi melaksanakan The Governing Government untuk rakyat Indonesia dalam satu kepemimpinan yang demokratis. Menurut Fadjroel Rachman, ada dua pilar demokrasi yang dikembangkan oleh Presiden Jokowi dalam menerapkan the governing government.

Fadjroel menjelaskan bahwa sejak diangkat sebagai presiden pada periode pertama tahun 2014 dan periode kedua tahun 2019, presiden Jokowi bertindak tegak lurus pada konstitusi UUD 1945 sesuai dengan sumpah beliau yang disampaikan di hadapan MPR saat pelantikan.

Kepemimpinan demokratis yang berbasis kepada UUD 1945 inilah yang menjadi bagian dari operasional berbagai kebijakan Presiden Jokowi.

Strategi kepemimpinan politik Jokowi yang berbasis pada demokrasi konstitusional mengedepankan pembangunan sumber daya manusia (SDM).

Pembangunan SDM menjadi tujuan utama Pemerintah Jokowi karena pada 2025 ke depan, yang akan meraup keuntungan demokratis adalah puluhan juta rakyat Indonesia yang akan menjadi tenaga-tenaga produktif. Bila mereka tidak menjadi SDM berkualitas, maka akan menghadapi kesulitan.

Oleh karena itu Presiden Jokowi mengatakan bahwa akan menjalankan yang pertama prioritas adalah pembangunan SDM yang tentu saja berbasis pada nilai-nilai demokrasi yang dikembangkan.

Pembangunan SDM ini diiringi dengan pembangunan infrastruktur yang diupayakan agar bisa merata di seluruh Indonesia. Di dalam laporannya, Presiden Jokowi mengatakan bahwa pembangunan infrastruktur adalah upaya meneguhkan Indonesia Sentris.

Selain itu, Jokowi turut memastikan bahwa pandemi Covid-19 tidak akan membuat negara berhenti untuk hadir di segenap pelosok tanah air.

Pemerintah memastikan pembangunan harus tetap berjalan di segala sektor, hingga terwujudnya keadilan yang merata.

Daerah-daerah tertinggal menjadi prioritas utama pembangunan infrastruktur. Seperti Papua dan Papua Barat yang kini menjadi perhatian Presiden Jokowi.

Dalam laporannya Presiden Jokowi menyebut pembangunan infrastruktur dan SDM menjadi penting karena Pulau Jawa secara Q pembangunan sudah sebesar sekitar 55 persen dari Q pembangunan nasional. Kemudian diikuti Pulau Sumatera dengan angka sebesar 20 persen.

Hal ini menunjukkan bahwa Pulau Jawa dengan Pulau Sumatera sudah mengambil hampir 75 – 80 persen Q pembangunan. Selebihnya dibagi Pulau Kalimantan yang hanya 8 persen, lalu Sulawesi, Maluku, dan Papua.

Ditambahkan dengan penjelasan Fadjroel, upaya pemerataan pembangunan infrastruktur ini sengaja digencarkan karena Presiden Jokowi ingin mewariskan Indonesia Sentris saat purna tugas di 2024 mendatang.

Dalam laporannya Presiden mengatakan bahwa bukan hanya pembangunan fisik atau infrastruktur, tapi juga pembangunan mental pada SDM Indonesia.

Pemerintah ingin memastikan pembangunan merata di semua wilayah, dengan demikian negara harus hadir untuk memastikan terwujudnya Indonesia Sentris.

Fadjroel menegaskan, harapan Jokowi, warisan di 2024 adalah Indonesia Sentris dimana adanya pemerataan SDM, pemerataan infrastruktur ke seluruh Indonesia, sehingga tidak ada satu pulau pun yang tertinggal, dan tidak ada satu orang pun dari 267 juta rakyat Indonesia yang tertinggal dalam pembangunan semesta ini. (Dhanti/EB).

Related Articles

Back to top button