Kabar IndonesiaNasionalReligius

Jika RKUHP Disahkan, Dukun Santet Akan Dipidana

ENERGIBANGSA.ID – Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) yang sedang ditunda pengesahannya oleh DPR, salah satunya juga mengatur mengenai dukun santet berada di pasal 252.

Pasal tersebut menyebutkan bahwa setiap orang yang menyatakan dirinya mempunyai kekuatan gaib, memberitahukan, memberi harapan, menawarkan atau memberi bantuan jasa ke orang lain hingga menimbulkan penyakit, kematian atau penderitaan mental atau fisik dapat dipidana selama 3 tahun penjara atau denda pidana paling banyak dikategori 4.

Denda pidana ini digolongkan menjadi 4 kategori. Untuk kategori 1 dan 2 ini termasuk denda ringan dengan berbagai alternatif. Sedangkan untuk kategori 3 dan 4 termasuk denda berat dengan alternatif penjara selama satu sampai dengan tujuh tahun.

Ketika seseorang melakukan kegiatan tersebut untuk mencari keuntungan atau menjadikan sebagai mata pencaharian, maka untuk pidananya ditambah 1/3 masa hukuman.

Pasal ini menuai kritikan dari ahli hukum pidana dari Universitas Jenderal Sudirman yaitu Hibnu Nugroho. 

“Pembuktiannya memang agak sulit, walau menurut perumus UU  pasal ini hanya berlaku untuk orang yang memang mengaku santet. Tapi yang mengaku ini kan juga harus dibuktikan” ujar Hibnu Nugroho.

Ketika akan menerapkan pasal santet ini perlu berhati-hati lagi karena dapat menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat dan sebaiknya pasal tersebut bisa diatur dalam pasal penipuan.

“Santet ini harusnya masuk penipuan aja. Kan makin jelas. Kalau dipakai istilah ini menimbulkan kekacuan” ujar Hibnu Nugroho.

Kalau menurut Sobat Energi, layakkah bila pasal ini disahkan dan diterapkan di Indonesia?

  • Artikel ditulis oleh Anggi Novitasari, Mahasiswi Ilmu Komunikasi Universitas Dian Nuswantoro.

Related Articles

Back to top button