fbpx
Ekonomi & Bisnis

Jenis UMKM di Indonesia yang Jadi Pemantik Tumbuhnya Ekonomi Nasional

ENERGIBANGSA.ID–Usaha mikro hingga menengah (UMKM) menjadi salah satu dari sebuah unit usaha yang memiliki peran penting dalam perkembangan dan pertumbuhan perekonomian Indonesia.

Dengan adanya sektor UMKM, pengangguran akibat angkatan kerja yang tidak terserap dalam dunia kerja menjadi berkurang.

Dengan banyak menyerap tenaga kerja berarti jenis UMKM mempunyai peran strategis dalam mengupayakan pemerintah, dengan mengurangi jumlah kemiskinan dan pengangguran.

Istilah UMKM secara umum  diartikan sebagai usaha produktif yang dimiliki dan dikelola oleh perorangan maupun badan usaha yang telah memenuhi kriteria sebagai usaha mikro.

Maka dari itu, bidang usaha yang digariskan dalam sistem UMKM ada agribisnis, industri manufaktur, agraris, serta peningkatan SDM.

Istilah UMKM secara umum  ialah usaha produktif yang dimiliki dan dikelola oleh perorangan maupun badan usaha yang telah memenuhi kriteria sebagai usaha mikro.

Dilansir dari Jiriko Network, berikut terdapat klasifikasi UMKM berdasarkan jumlah karyawan, berdasarkan kekayaan bersih atau aset dan berdasarkan perkembangan usaha.

Jenis UMKM di Indonesia yang Jadi Pemantik Tumbuhnya Ekonomi Nasional
Pekerja Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) binaan PT. BNI (Persero) Tbk, mengolah buah Carica di PT. Cendawan Mas Sumberan, Wonosobo, Jawa Tengah Sabtu ( 23/5). / ANTARA

Jenis-Jenis UMKM

1. Usaha Mikro

Usaha ini merupakan badan usaha produktif perorangan yang memiliki aset atau kekayaan bersih kira-kira Rp50 juta setiap bulannya dan sudah memenuhi kriteria usaha mikro sebagaimana diatur dalam Undang-undang UMKM.

Contoh usaha mikro meliputi warung nasi, tukang cukur, tukang tambal ban, warung kelontong, peternak ayam, dan banyak lagi.

2. Usaha Kecil

Usaha kecil merupakan usaha yang didirikan oleh suatu badan usaha atau perorangan. Kekayaan usaha yang tergolong usaha kecil ini biasanya berada di bawah Rp300 juta per tahun.

Ciri usaha kecil ini diantaranya tidak memiliki sistem pembukuan, kesulitan dalam memperbesar skala usaha, usaha non ekspor dan impor serta masih memiliki modal usaha yang terbatas.

Contoh usaha kecil diantaranya koperasi, restoran lokal, laundry, toko pakaian lokal dan lainnya.

3. Usaha Menengah

Sebuah badan usaha bisa disebut usaha menengah apabila laba bersih atau kekayaan aset dari perusahaan mencapai Rp500 juta perbulan.

UMKM jenis ini juga termasuk usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri.

Jenis usaha ini bisa dilakukan oleh perseorangan atau badan usaha, bukan sebagai anak perusahaan atau cabang perusahaan yang dimiliki.

Tenaga kerja usaha menengah biasanya sudah mendapatkan jaminan kesehatan dan kerja.

Badan usaha menengah ini contohnya usaha perkebunan, perdagangan ekspor impor, ekspedisi muatan kapal laut dan yang sejenis. (ARA)

Related Articles

Back to top button