fbpx
Nasional

Jawab Tuduhan, Jubir Presiden : Aktor Digital Punya Peran Penting

ENERGIBANGSA.ID (Jakarta) – Juru Bicara (Jubir) Presiden, Fadjroel Rachman menyebutkan aktor digital saat ini mempunyai peran yang sangat penting di era transformasi dan demokrasi digital.

Ia menegaskan bahwa para aktor digital akan menjadi key opinion leaders dalam masyarakat untuk menyampaikan komunikasi kebijakan publik.

Selain itu di banyak negara berdemokrasi, key opinion leader atau para aktor digital sangat aktif. Mengambil peran penting dalam komunikasi kebijakan publik.

“Pada konteks pemerintahan demokrasi, kelas menengah, kelompok sosial yang sangat aktif di dunia digital, selalu dibutuhkan sebagai jembatan komunikasi kebijakan pemerintah dengan seluruh warga,” kata Fadjroel dalam siaran pers di Jakarta, Senin (31/8) malam.

Ia menilai aktor digital akan terus berkembang dalam perannya membangun jaringan informasi. Yang berpengaruh terhadap aktivitas produktif sosial, ekonomi, dan politik.

“Aktor digital akan terus berkembang dalam peran – peran penting membangun jaringan informasi yang berpengaruh terhadap aktivitas produktif sosial ekonomi dan politik,” jelasnya.

Fadjroel, melansir dari antaranews.com, juga menyampaikan bahwa Presiden Joko Widodo telah menyatakan Indonesia harus melakukan transformasi digital. Sebagai prasyarat transformasi ekonomi dan demokrasi digital.

Baca Juga : Terkait Warna Peta Zona Resiko Corona, Ini Penjelasannya!

Oleh karena itu, Fadjroel juga mengatakan banyak strategi yang perlu diterapkan pada sistem dan masyarakat digital. Termasuk pengakuan terhadap aktor digital yang memiliki peran kuat sebagai jaringan informasi.

“Sebuah keniscayaan di era digital, para aktor digital menjadi pemain penting perubahan paradigma dari top-down strategy ke participative strategy, dimana publik berpartisipasi aktif dalam komunikasi kebijakan,” jelas dia.

Sebelumnya, isu tentang influencer pemerintah muncul ketika banyak influencer dan artis yang mempromosikan RUU Cipta Kerja di media sosial. Mereka mempromosikan RUU Cipta Kerja yang banyak dikritik publik dengan unggahan berbayar.

Pihak istana sebelumnya telah mengklarifikasi bahwa pemerintah tak pernah mengarahkan para influencer maupun artis itu untuk mengunggah tentang RUU Cipta Kerja. Unggahan itu dinilai spontanitas dan kesadaran masing-masing. (buddy/EB).

Related Articles

Back to top button