fbpx
Kabar Daerah

Jateng Terapkan PPKM, Ganjar: Harus Dibarengi Sosialisasi

SEMARANG, energibangsa.id – Ganjar Pranowo menegaskan dalam Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) harus dilakukan paralel dengan sosialisasi. Maka dari itu, pihaknya melakukan penyesuaian penerapan peraturan dalam PPKM.

Dilansir dari Kompas, Senin (11/1), Pemprov Jateng saat ini tengah mempersiapkan dua hal. Pertama yaitu pelaksanaan PPKM di Jateng yang diikuti oleh 23 daerah. Kedua yaitu, dalam penerapannya juga diiringi dengan sosialisasi. Kedua hal ini menjadi perhatian lantaran masih terdapat perbedaan.

Ia juga meminta kepada Sekda di seluruh kota dan kabupaten untuk bisa terapkan PPKM. Dengan cara, selalu melaporkan jadwal penutupan tempat keramaian seperti pasar dan mal.

“Karena ini terkait dengan penegakan hukumnya. Kepolisian itu pasti nanti perintahnya akan satu, karena kepolisian ini kan sentral tapi kalau kita kan otonom. Nah daerah-daerah dengan lokalitasnya akan menyesuaikan tapi pada prinsipnya harus ada pembatasan,” ungkapnya.

Operasi yustisi yang selama ini digelar juga kan tetap berlanjut dan akan terus diterapkan untuk mencegah potensi kerumunan.

“Ini yang saya katakana paralel antara kita melaksanakan PPKM tapi sisi lain kita juga melakukan sosialisasi terus menerus,” ujarnya.

Ganjar juga menyoroti dengan banyaknya warga yang mulai abai dan lengah dengan penerapan protokol kesehatan. Contoh kecilnya saja yaitu hingga sekarang masih ditemukan ada yang tidak memakai masker.

Berlakukan sanksi?

Hari pertama PPKM di Jateng, Ganjar melakukan gowes pagi sambil berpatroli mengelilingi Semarang untuk memantau keadaan warganya. Ada warga yang mengusulkan bahwa sebaiknya diberlakukan pemberian sanksi bagi warga yang tak disiplin terapkan protokol kesehatan.

Hal ini dilakukan untuk menimbulkan efek jera kepada masyarakat agar bisa patuh dan disiplin lagi.

“Maka disepakati tadi bagaimana kalu dedenda saja pak? Sebenarnya kan sudah punya Perda tahun 2013 malahan dendanya bisa sampai Rp50 juta, kurungan juga sampai 6 bulan. Sehingga saya bilang itu saja diterapkan kan itu maksimal,” ungkapnya.

Salah seorang warga yang ditemui Ganjar saat berpatroli mengusulkan denda Rp250.000 berlaku bagi warga yang tidak menggunakan masker.

Hal ini memiliki arti bagi Ganjar bahwa warga dengan denda tersebut nampaknya akan mau menggunakan masker, karena takut akan uangnya yang hilanag atau berkurang. Sehingga penerpan sanksi dinilai cocok digunakan untuk menimbulkan efek jera. (*)

Related Articles

Back to top button