fbpx
Ekonomi & Bisnis

Jateng Optimis Capai Target Ekspor Non Migas 6.257 Juta USD

SEMARANG, energibangsa.id—Pemerintah Provinsi Jawa Tengah optimis dapat mencapai target ekspor non migas 2021 sebesar 6.257 juta USD. Hal itu berkaca pada hasil ekspor 2020 yang melebihi target hingga 127 persen.

Menurut Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah, Arif Sambodo, ekspor non migas Provinsi Jawa Tengah mencapai 7.704 juta USD.

Perbandingan ekspor migas dan non migas

Seperti diketahui, tercatat, nilai ekspor komoditas migas mengalami penurunan 21,13 persen apabila dibandingkan dengan bulan Oktober 2020 (m-t-m).

Pada bulan Oktober 2020, nilai ekspor komoditas ini mencapai US$35,75 juta, sementara di bulan November 2020 nilainya hanya US$28,19 juta.

Meskipun demikian, nilai ekspor pada komoditas non-migas mengalami kenaikan.

BPS Provinsi Jawa Tengah mencatat ada kenaikan nilai ekspor sebesar 1,06 persen (m-t-m) pada komoditas non-migas.

“Kalau kita lihat secara tren. Maka kita bisa lihat bahwa ekspor kita terutama untuk non-migas tercatat lebih tinggi dibandingkan dengan ekspor bulan November 2019. Walaupun sedikit di bawah 2018,” jelas Sentot Bangun Widoyono, Kepala BPS Provinsi Jawa Tengah, Senin (4/1/2021), seperti dilansir dari Bisnis.com.

Berkaca pada arus bongkar muat kapal

Kenaikan nilai ekspor komoditas non-migas ini juga terlihat dengan meningkatnya arus bongkar muat angkutan laut.

“Untuk muat atau mungkin perdagangan keluar wilayah, yang menggembirakan adalah bahwa komoditas non-migas dibanding oktober meningkat sangat besar, yaitu mencapai 121,79 persen,” ungkapnya.

BPS Provinsi Jawa Tengah mencatat kenaikan arus muat perdagangan dalam negeri sebesar 121,79 persen.

Sementara untuk perdagangan luar negeri atau ekspor, terjadi kenaikan 100 persen.

Pada bulan November 2020, tercatat 8.144 ton komoditas non-migas dikirim ke daerah lain di Indonesia.

Sementara itu, sebanyak 71.100 ton komoditas non-migas dikirim ke luar negeri.

“Ini tentunya indikasi adanya permintaan yang sudah mulai membaik baik itu dari luar negeri maupun dari luar Jawa Tengah,” jelas Sentot. (dd)


Related Articles

Back to top button