Ekonomi & BisnisEnergi Muda

Jangkar Bawono, Jualan Sepatu ‘Portblue’ dengan Maksimalkan Promosi Digital

ENERGIBANGSA.ID – Seorang mahasiswa empat tahun lalu, Jangkar Bawono sudah bekerja dengan pengrajin sepatu kulit lokal yang dibuat untuk teman-temannya. Sepatu bukan hanya pelengkap fashion baginya, Jangkar Bawono menganggap sepatu lebih dari itu.

Berkat ketertarikan di dunia sepatu yang sudah menjerumuskan dirinya lebih dalam, Jangkar merasa memiliki peluang sangat lebar untuk menekuni sepatu sebagai produk bisnis yang menjanjikan.

Melihat peluang yang cukup menjanjikan itu, Jangkar kemudian berniat untuk serius mengembangkan bisnis kecil-kecilannya tersebut dan menjulannya secara online. Ia memanfaatkan peluang yaitu dengan menyulap sepatu menjadi bisnis yang menggiurkan kini sudah bisa menampung kapasitas produksi 800 pasang per bulan.

“Saya langsung bikin workshop atau tempat produksi sendiri dengan pegawai sejumlah 2 orang dan menggunakan platform Facebook, Instagram, dan website untuk berjualan,” ucap pria kelahiran Ponorogo ini. Melansir dari kompas.com

Bisnis miliknya itu kemudian dinamakan Portblue, yang memproduksi sepatu kulit buatan tangan untuk pria. Pemberian nama yang cukup unik itu ternyata diambil Jangkar dari nama musisi bergenre shoegaze atau ambient electro favoritnya.

Berdasarkan pantauan Kompas.com, Portblue memiliki berbagai jenis dan model sepatu kulit. Tak hanya sepatu boots, ada pula dress shoes, seperti loafer, oxford, wingtip yang biasa digunakan untuk menghadiri acara-acara formal.

Tak hanya desain unik yang mendukung produk Portblue, strategi marketingnya yang unik dibarengi dengan tanggung jawab yang sungguh-sungguhpun berhasil membuat grafik penjualan bisnis sepatunya itu melonjak.

“Kami beroperasi tanpa tim pemasaran khusus. Kami fokus hanya pada satu aplikasi, yakni WhatsApp. Hampir semua pelanggan kami memiliki dan menggunakan WhatsApp. Karenanya, kami merasa lebih baik untuk fokus pada aplikasi yang digunakan oleh kebanyakan orang itu.” Ucap pengusaha berumur 20 tahunan ini.

Ternyata, strategi penjualannya itu berhasil. Pesanan yang masuk tumbuh 70 persen setiap tahun, dan awalnya hanya tiga anggota dalam timnya, ketika memasuki 2015, perusahaannya berkembang menjadi 50 karyawan.

Memaksimalkan Whatsapp, Jangkar juga mengoptimalkan media sosial Facebook. Penjualan Portblue sempat mengalami penurunan, ternyata elemen promosi belum dijalankan dengan baik. Setelah beberapa kali trial and error, Jangkar akhirnya menemukan satu formulasi yang dianggap cocok untuk menjalankan bisnisnya, yakni menjalankan strategi marketing mix secara seimbang.

Strategi selanjutnya, pertengah 2016 Jangkar mulai mencoba Facebook Ads, dari sekian banyak tools yang disediakan Facebook untuk memaksimalkan promosi penggunanya, Jangkar memilih untuk menggunakan Mobile-first Creative.

Sejak saat itu, Facebook Ads menjadi ujung tombak Jangkar untuk mendapatkan lebih banyak konsumen. Kini tercatat, akun Facebook Portblue telah disukai 7.694 akun dan diikuti 8.080 akun.

Related Articles

Back to top button