fbpx
Gaya HidupKesehatan

Jangan Takut! Dokter: Masker Tak Timbulkan Hipoksia

ENERGIBANGSA.ID (Jakarta) — Pemakaian masker untuk mencegah penularan virus ternyata tidak akan menimbulkan hipoksia, yaitu suatu kondisi berkurangnya kadar oksigen dalam jaringan untuk dapat mempertahankan fungsi tubuh, dan tidak juga mengurangi fungsi paru.

Hal ini di jelaskan langsung oleh dokter spesialis paru Rumah Sakit Persahabatan Jakarta, dr. Andika Chandra Putra, Sp.P, PhD, Kamis (3/9) melalui sambungan telepon.

Pemakaian masker memang dapat menurunkan volume oksigen yang masuk ke dalam tubuh, tetapi penurunan tersebut tidak signifikan sehingga tidak sampai mengurangi kebutuhan oksigen dalam tubuh.

“Tentu ada penurunan (kadar) oksigen, tapi itu masih bisa ditoleransi,” kata dr. Andika sebagaimana dilansir tim energibangsa.id dari antaranews.com.

Dokter paru Rumah Sakit (RS) Persahabatan dr. Andika Chandra Putra, Sp.P, PhD berbicara dalam sebuah acara Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), di Jakarta, Kamis (19/9/2019). (sumber: antaranews.com)

Iapun kemudian mencontohkan seseorang yang sering menggunakan N95, yang sampai saat ini dari beberapa laporan kasus enggak ada perubahan (fungsi paru).

Sementara itu, terkait pemakaian masker saat berolahraga, terutama saat melakukan latihan cukup berat, ia menyarankan masyarakat untuk tidak perlu memakai masker.

Meski begitu, hal itu memiliki syarat yakni olahraga tersebut sebaiknya dilakukan di zona hijau atau di tempat yang jauh dari keramaian sehingga pemakaian masker tidak diharuskan.

“Tujuan kita berolahraga bukan untuk mengejar prestasi. Tujuan kita hanya untuk mendapatkan kondisi yang optimal. Tapi juga yang terpenting (menghindari) risiko penularan. Sehingga kalau bisa olahraganya dilakukan di zona hijau atau bukan di keramaian,” kata Andika.

Akan tetapi, jika olahraga dilakukan di tempat ramai, maka masker harus tetap dipakai, dengan intensitas latihan yang dilakukan lebih santai untuk mengurangi kemungkinan menjadi terengah-engah.

Namun demikian, ia tetap menyarankan agar olahraga dilakukan di tempat yang jauh dari keramaian agar seseorang tidak perlu memakai masker dan olahraga pun bisa dilakukan dengan lebih optimal.

“Kalau itu di daerah zona hijau dan bukan keramaian tentu masker bisa dibuka. Apalagi saat kita melakukan excersise yang berat seperti lari atau naik sepeda yang posisi menanjak, tentu harus dibuka maskernya,” kata Andika.

Tapi pada kondisi-kondisi yang tidak memerlukan excersise yang sangat berat , ia menekankan untuk menggunakan masker. (Gilban/EB)

Related Articles

Back to top button