stadion citarum
EssaiSports

Jangan Samakan Rumput Sintesis Stadion Citarum dengan Rumput Tempat Futsalmu, Lur!

0

ENERGIBANGSA.ID – Jagad dunia maya facebook kembali heboh soal kelayakan Stadion Citarum menjadi homebase PSIS untuk mengarugi kompetisi Liga 1 musim 2020-2021 nanti.

Selain kapasitas stadion yang infonya (hanya) muat menampung 10 ribu penonton itu, faktor rumput sintesis juga ikut dikomentari netizen Semarang.

“rumput sintesis di stadion terbuka, opo gak lunyu kuwi?” tulis salah satu netizen di sebuah grup facebook.

Maka dari itu, tim energibangsa.id ingin mengajak netizen untuk mengetahui jenis rumput yang digunakan Pemkot Semarang dalam merenovasi Stadion Citarum yang konon menghabiskan dana 16 Milyar itu.

Adalah National Youth Training Center (NYTC), lapangan ini diklaim sebagai lapangan dengan rumput artifisial berstandar FIFA pertama di Indonesia, tapi bukan di Jakarta ataupun kota-kota besar lainnya, melainkan ada di Depok.

NYTC di Depok, merupakan lapangan dengan rumput standar FIFA pertama di Indonesia

Hadirnya lapangan baru dengan rumput sintetis kualitas dunia tentu sangat menunjang proses latihan timnas sepak bola Indonesia dalam pemusatan latihan. Pengadaan rumput sintesis tersebut juga dibeli dengan dana hibah dari FIFA sebesar 5 milyar.

Yak, lapangan tersebut adalah bagian dari proyek FIFA yang dinamai dengan Proyek Goal ini sudah dicanangkan sejak 1999. Proyek ini dibuat khusus untuk menyasar ke negara-negara ASEAN lewat pembangunan pusat latihan tim nasional.

Tak tanggung-tanggung, sudah lebih dari 200 Juta Dolar AS digelontorkan FIFA. Indonesia termasuk negara yang beruntung sekali bisa mendapatkan bantuan ini mengingat potensi sepak bola negara kita sangat besar namun tidak berbanding lurus dengan sarana dan prasarananya.

NYTC yang cuma lapangan biasa aja bagus, apalagi stadion Citarum yang lebih bagus

Pada 2017 lalu, menurut Direktur Sarana dan Prasarana PSSI, Chandra Solehan, lapangan NYTC ini merupakan satu-satunya lapangan dengan rumput yang sesuai standar FIFA.

Beliau menambahkan, drainase lapangan ini sangat bagus meski menggunakan rumput sintetis karena lapisan batu setebal 25 cm dibawahnya.

Jadi jelas, jika lapangan yang hanya dibuat untuk latihan saja rumputnya begini bagusnya, maka stadion Citarum yang memang diproyeksikan untuk permainan resmi juga pastinya juga sama, karena standar rumputnya sama; standar FIFA, tidak seperti rumput sintesis di lapangan futsalmu, lur…

Jika memiliki waktu luang, silahkan datang ke Stadion Citarum yang sekarang. Mari melihat lebih dekat dan mencoba berjalan di sana. Wah, rasanya begitu nyaman sekali seperti menginjak rumput asli.

Tingkat ketebalan rumputnya pas dan kondisi tanah yang rata membuat aliran bola begitu lancar. Mungkin kamu akan mencopot sepatu atau sandalmu, lalu pengen tiduran di sana. hehehe…

Yoh iso yoh, mari hargai upaya Pemkot Semarang untuk kemajuan sarana dan pra-sarana sepakbola Semarang. Stadion ini (meski) disewa PSIS, namun Pemkot juga ingin masyarakat bisa merasakan ‘enaknya’ rumput sintesis standar FIFA. Jadi mari jaga bersama.

Komentar Netizen
Bagikan, agar menjadi energi positif untuk orang lain

Apresiasi Pompa Air, Warga MIK Semarang Upayakan Ini untuk Atasi Banjir

Previous article

Arema FC Bernasib Malang, Total Dendanya Capai 1,2 Milyar

Next article

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Essai