Komunitas

Jangan Salah Sebut Lagi, Ini Perbedaan Disabilitas dan Difabel

ENERGIBANGSA.ID – Istilah yang digunakan untuk  menggambarkan orang yang memiliki keterbatasan melakukan aktivitas sekaligus memiliki keistimewaan fisik, yakni Disabilitas dan Difabel.

Kedua istilah ini rupannya belum begitu dipahami oleh banyak masyarakat, sehingga terkadang pengucapannya mengarah pada sesuatu kondisi yang berbeda dari pengertian aslinya.

Ternyata, Disabilitas dan Difabel memiliki perbedaan yang mendasar.


Difabel

World Health Organization (WHO) mendefinisikan difabel sebagai terbatasnya kemampuan seseorang untuk melakukan aktivitas tertentu dibanding kebanyakan orang.

Keterbatasan ini terjadi akibat kecacatan.

Arti difabel lainnya adalah kondisi di mana seseorang tidak bisa menjalankan peran normal seperti kebanyakan orang pada umumnya.

Pengertian difabel juga sering digunakan untuk menggambarkan masalah dengan struktur atau organ tubuh yang membuat individu terbatas melakukan aktivitas tertentu.

Sehingga, seorang difabel bukan berarti tidak bisa sama sekali melakukan aktivitas, ya.

Sumber : photohito

Disabilitas

Menurut World Health Organization (WHO) disabilitas adalah menurunnya kemampuan seseorang untuk melakukan suatu gerakan, mendeteksi informasi sensorik tertentu, atau menjalankan fungsi kognitif.

Keadaan ini umumnya adalah gangguan seumur hidup.

Pengertian disabilitas lainnya adalah penurunan fungsi atau tidak adanya bagian tubuh atau organ tertentu.

Cirinya gangguan pada fisik, mental, sensorik, emosional, perkembangan, atau kombinasi dari semuanya.

Sementara, untuk istilah penyandang disabilitas berasal dari Undang-undang Nomor 8 tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas.

Menurut undang-undang tersebut, penyandang disabilitas adalah setiap orang yang mengalami keterbatasan fisik, intelektual, mental, dan/atau sensorik dalam jangka waktu lama yang dalam berinteraksi dengan lingkungan dapat mengalami hambatan dan kesulitan untuk berpartisipasi secara penuh dan efektif dengan warga negara lainnya berdasarkan kesamaan hak.

Jenis Disabilitas

Berikut adalah beberapa jenis disabilitas yang sebaiknya Anda kenali, di antaranya:

1. Gangguan Fisik

Kategori ini mencakup orang dengan berbagai jenis disabilitas fisik, termasuk cacat tungkai atas, cacat tungkai bawah, dan ketangkasan manual.

Cacat dalam koordinasi dengan berbagai organ tubuh Disabilitas dalam mobilitas dapat berupa bawaan lahir atau didapat dengan masalah usia.

Bisa juga karena efek suatu penyakit. Orang yang mengalami patah tulang juga termasuk dalam kategori ini.

2. Gangguan Penglihatan

Cedera ini dapat menyebabkan beberapa masalah serius atau penyakit seperti kebutaan dan trauma mata.

Beberapa gangguan penglihatan yang umum termasuk kornea tergores, goresan pada sklera, kondisi mata terkait diabetes, mata kering, dan cangkok kornea.

3. Gangguan Pendengaran

Tunarungu adalah istilah yang digunakan untuk seseorang yang mengalami gangguan pendengaran.

Keadaan ini dapat terlihat jelas saat lahir atau terjadi di kemudian hari karena beberapa penyebab biologis.

4. Gangguan Kognitif

Ini adalah jenis gangguan yang terjadi pada orang yang menderita disleksia dan berbagai kesulitan belajar lainnya, termasuk gangguan bicara.

Kognisi memainkan peran penting dalam kemampuan seseorang untuk belajar, hidup sehat, dan normal.

Perbedaan Difabel dan Disabilitas

Difabel merupakan istilah yang lebih halus untuk menggambarkan seseorang yang mengalami disabilitas.

Artinya, seseorang yang difabel hanya terbatas dalam menjalankan aktivitas tertentu, bukan tidak mampu melakukan sama sekali.

Penggunaan alat tertentu biasanya membuat seseorang mampu melakukan aktivitas seperti kebanyakan orang.

Perlu diketahui, sebelum istilah penyandang disabilitas digunakan, peraturan di Indonesia menggunakan terminologi penyandang cacat.

Istilah ini dianggap tidak merefleksikan kondisi sebenarnya dari penyandang disabilitas.

Contoh Kasus

Sumber : kokolevel

Seorang musisi yang cukup terkenal, yakni Stevie Wonder apakah mengalami difabel atau disabilitas?

Jika disabilitas adalah mengacu pada penurunan fungsi atau tidak adanya bagian tubuh atau organ tertentu, maka istilah itu tepat untuk digunakan padanya.

Sebagai seorang tunanetra, Stevie Wonder memenuhi syarat sebagai penyandang disabilitas.

Disabilitas biasanya merupakan kondisi seumur hidup seperti autisme, keterbelakangan mental, cerebral palsy, atau tuli.

Lantas, apakah Stevie Wonder juga bisa disebut difabel? Bisa, karena disabilitas yang dialaminya membuatnya terbatas melakukan aktivitas tertentu.

Akan tetapi, kebutaan yang dialaminya tidak menghalanginya untuk bernyanyi atau mencapai kepuasan pribadi sebagai seorang penghibur.

Jadi, meskipun ia memiliki disabilitas, terdapat bagian tubuh lain yang masih bisa digunakan, ia hanya mengalami disabilitas sensorik.

Meski dua istilah bisa digunakan untuk menggambarkan keadaan Stevie Wonder, penggunaan kata difabel dirasa lebih halus dibanding penyandang disabilitas, karena terlihat lebih menghargai usaha yang dilakukannya untuk mengatasi keterbatasannya.

Hal ini berlaku juga bagi teman di sekitar kita yang memiliki kopndisi yang tidak berbeda jauh.

Julukan penyandang cacat dianggap sebagai subyek hukum yang kurang diberdayakan (sebaiknya dihindari).

Penggunaan istilah ‘cacat’ kerap kali berkonotasi negatif. Julukan tersebut memberikan predikat negatif kepada seseorang, yaitu cacat pada keseluruhan pribadinya.

Di samping itu, seseorang yang memiliki keadaan ini juga membutuhkan pengakuan sebagai individu dan makhluk sosial yang berdaya dari orang tua, keluarga, dan masyarakat. Penyandang  juga membutuhkan aksesibilitas yang dapat mendukung aktivitas dan pekerjaan yang sesuai dengan kemampuannya.

Related Articles

Back to top button